BERITA UTAMAPAPUA

Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah Pimpinan Elkius Kobak Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel

136
×

Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah Pimpinan Elkius Kobak Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel

Share this article

Timika, fajarpapua.com- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak diduga sebagai pelaku penembakan pesawat perintis Smart Air PK-SNR yang menewaskan pilot dan kopilot di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel pada Rabu (11/2).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan polisi menduga kuat penembakan yang terjadi Rabu (11/2) pukul 11.05 WIT itu dilakukan oleh KKB yang dikenal dengan nama Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak.

iklan

Menurut penyelidikan awal, pesawat Cessna Grand Caravan yang mengangkut dua awak dan 13 penumpang itu ditembak oleh kelompok bersenjata saat baru saja mendarat di Bandara Korowai Batu dari Tanah Merah.

Kedua pilot kemudian berlari bersama penumpang ke dalam hutan, namun kapten Egon Irawan dan kopilot Baskoro dilaporkan ditangkap dan ditembak hingga tewas oleh pelaku.

Aparat keamanan masih berupaya mengidentifikasi dan mengejar para pelaku.

Berdasarkan pernyataan resmi, KKB yang dicurigai berada di balik serangan ini beroperasi di wilayah Yahukimo, yang berbatasan dengan lokasi kejadian, dan memiliki jaringan militan yang selama ini sudah masuk perhatian TNI-Polri.

Pascainsiden, Bandara Korowai Batu ditutup sementara untuk sterilisasi dan evaluasi keamanan.

Aparat gabungan dari Satgas Damai Cartenz, Polda Papua, dan TNI AU Kopasgat telah dikerahkan untuk melakukan pencarian serta pengamanan wilayah guna mencegah kejadian serupa.

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Sementara Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Kopi Tua Heluka bersama Komandan Batalion Peres Marom mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Klaim tersebut disampaikan melalui pesan video yang beredar pada 11 Februari 2026 dan diterima fajarpapua.com, Kamis (12/2).

Dalam pernyataannya, Heluka menyebut wilayah Korowai sebagai medan perang yang telah ditetapkan dalam operasi kelompoknya.

Ia juga mengakui sejumlah aksi penembakan dan pembakaran yang terjadi di wilayah tersebut merupakan bagian dari perintahnya.

“Saya sebagai Komandan Operasi sudah menegaskan beberapa kali bahwa wilayah Yalimo adalah wilayah medan perang. Penembakan buruh, serangan terhadap pilot, dan pembakaran pesawat itu benar perintah saya,” ujar Heluka dalam video tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada serangkaian insiden kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk penembakan terhadap pekerja serta serangan terhadap penerbangan sipil di wilayah Korowai. (mas)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP