Jayapura, fajarpapua.com – Bupati Boven Digoel, Roni Omba mengatakan, peristiwa penembakan di Koroway merupakan kejadian menonjol dan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Boven Digoel sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.
“Kejadian ini menjadi duka bersama bagi kami di Boven Digoel. Ini adalah peristiwa yang sangat menonjol dan baru pertama kali terjadi di wilayah kami. Kami merasakan betul dampaknya, bukan hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat,” katanya kepada awak media, Kamis (12/2).
Peristiwa tersebut terjadi menyusul aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air sehari sebelumnya hingga mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Dampak dari kejadian itu membuat sembilan tenaga pengajar dan tenaga medis di Koroway dievakuasi ke Jayapura demi keselamatan.
Ia mengimbau para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang memiliki pengaruh ditengah warga agar berperan aktif menyampaikan pesan menenangkan sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum tentu benar.
“Kami berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu pemerintah menenangkan warga. Sampaikan situasi sedang ditangani aparat keamanan sehingga masyarakat tidak perlu panik atau takut berlebihan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan, pihak TNI dan Polri telah mempersiapkan langkah untuk melakukan evakuasi terhadap para korban di Bandara Koroway Batu serta memastikan proses berjalan aman dan terkoordinasi.
“Pihak TNI dan Polri sudah mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi. Kami percaya aparat keamanan bekerja maksimal agar proses ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, Polri memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang terdampak situasi keamanan.
“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” ujarnya. (hsb)








Komentar (0)