BERITA UTAMAMIMIKA

Jelang Rangkaian Hari Besar Keagamaan, Bupati Mimika Ajak Warga Jaga Harmoni dan Toleransi

141
×

Jelang Rangkaian Hari Besar Keagamaan, Bupati Mimika Ajak Warga Jaga Harmoni dan Toleransi

Share this article
Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Timika, fajarpapua.com – Memasuki rangkaian hari besar keagamaan, Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi, ketertiban, dan keamanan demi mempertahankan Mimika sebagai daerah yang dikenal harmonis di Indonesia.

Bupati Rettob mengatakan setiap tahun Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menyambut hari besar keagamaan, diantaranya penerbitan surat edaran serta pengaturan jam kerja aparatur sipil negara.

iklan

“Setiap tahun kita pasti keluarkan imbauan dan surat edaran. Tidak perlu diminta, itu sudah menjadi komitmen pemerintah daerah untuk menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Lanjut Bupati, dalam waktu dekat masyarakat Mimika akan menghadapi sejumlah momentum keagamaan besar, mulai dari Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, bulan suci Ramadhan, Idulfitri, hingga Paskah bagi umat Kristiani.

Rangkaian tersebut menjadi ujian sekaligus peluang untuk menunjukkan Mimika benar-benar hidup dalam keberagaman yang rukun dan damai.

“Mimika ini masyarakatnya sangat heterogen. Kita pernah dikenal sebagai salah satu daerah paling harmonis. Mari kita tunjukkan dan pertahankan itu dengan sikap saling menghargai,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memberi ruang dan kenyamanan bagi setiap umat dalam menjalankan ibadahnya, baik saat perayaan Imlek, pelaksanaan Nyepi, ibadah puasa Ramadan, hingga perayaan Idulfitri dan Paskah.

Khusus selama bulan Ramadan, Bupati mengimbau seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia juga meminta aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah dapat dikendalikan.

“Saya berharap masyarakat menjaga keamanan, menjaga ketertiban, dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Hindari hal-hal yang bisa mengganggu, termasuk konsumsi minuman keras,” katanya.

Pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran resmi yang mengatur berbagai ketentuan normatif selama masa puasa, termasuk penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara serta hal-hal teknis lainnya.

Orang nomor satu di Mimika itu menambahkan, keharmonisan bukan hanya slogan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh warga terus memperkuat semangat toleransi.

“Kalau kita saling menghargai, saling menjaga, maka Mimika akan tetap aman dan damai. Itu yang harus kita pertahankan bersama,” ujarnya. (moa)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP