Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menapaki babak baru pembangunan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Meski gedung permanen belum berdiri, proses belajar mengajar sudah berjalan dengan memanfaatkan bangunan rumah susun (Rusun) yang direhab.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menjalankan program pusat, tetapi menjadi langkah konkret memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang terintegrasi.
“Sekolah ini sementara berjalan di Rusun yang sudah kita rehab. Ini sifatnya transit sambil menunggu pembangunan permanen oleh kementerian,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional yang digagas melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan dukungan pembangunan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Seluruh pembiayaan operasional sementara ditanggung pemerintah pusat, sementara daerah menyiapkan lahan untuk pembangunan kompleks sekolah permanen.
Yang menarik, sekolah yang direncanakan di Mimika nantinya akan berbentuk kawasan pendidikan terpadu dari jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu lokasi.
Model ini dinilai sangat relevan untuk wilayah Papua yang memiliki tantangan jarak, akses dan keterbatasan fasilitas pendidikan.
Menurut Bupati Rettob, pembangunan fisik kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan legalitas lahan. Pemerintah daerah memastikan proses tersebut sedang dipercepat agar pembangunan bisa segera dimulai.
Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pembinaan karakter dan penguatan kapasitas akademik. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.
Bagi Mimika, program ini menjadi peluang strategis. Selain memperluas akses pendidikan, kehadiran sekolah terpadu juga diharapkan mampu mencetak generasi muda Papua yang berdaya saing dan siap melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Ini bukan hanya soal sekolah, tapi soal masa depan anak-anak kita,” tegasnya. (moa)


Komentar (0)