Jayapura,fajarpapua.com-Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kesehatan tahun 2026 menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar lebih untuk layanan deteksi dan pengobatan tuberkulosis (TBC) gratis.
Anggaran itu difokuskan untuk perluasan akses layanan skrining dan diagnosis TBC, terutama di semua wilayah Kabupaten Jayapura.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Drg. Adi Kurniawan mengatakan, dana penanganan TBC ini bersumber dari DAK yang dianggarkan untuk 22 Puskesmas yang ada di Kabupaten Jayapura.
“Kasus TBC tahun 2025 kita temukan sebanyak 1.195 orang dari 7.228 orang yang di periksa petugas kesehatan di setiap Puskesmas. Kami dari Dinas Kesehatan akan melakukan skrining sebanyak-banyak untuk bisa menemukan angka kontak dari pasien, “ujar Drg Adi, Jumat (20/2).
Ia menjelaskan, penyebab masih tingginya TBC di Kabupaten Jayapura karena masyarakat tidak segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu.
Kemudian masyarakat yang sudah terdiagnosis atau sudah menderita TBC ketika melakukan program minum obat yang seharusnya enam bulan banyak yang tidak selesai.
“Banyak pasien TBC ketika minum obat tidak tuntas merasa mereka sudah sembuh sehingga tidak melanjutkan pengobatan yang menyebabkan putus mendapatkan obat. Setiap orang yang putus obat itu akan menularkan ke setiap orang yang ada di sekitarnya baik yang ada di dalam rumah, di kantor dan lainnya, ”katanya.
Lanjut Adi, jika kontak TBC terjadi di dalam rumah, itu akan menyebabkan kontak-kontak dilingkungannya atau ditemannya sehingga terus menerus kasus positif TBC ini bertambah.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan tidak menuntaskan minum obatnya sehingga kasus terus bertambah setiap bulan.
“Kami berharap pada masyarakat apabila menemukan gejala batuk lebih dari dua minggu agar segera memeriksakan diri ke dokter atau ke Puskesmas sehingga bisa segera diketahui penyakitnya,”ungkapnya.(hsb).








Komentar (0)