BERITA UTAMANASIONALPAPUA

11 Bandara Perintis Ditutup, Paulus Waterpauw: Itu Bikin Rakyat Papua Menderita

318
×

11 Bandara Perintis Ditutup, Paulus Waterpauw: Itu Bikin Rakyat Papua Menderita

Share this article
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Paulus Waterpauw

Jayapura, fajarpapua.com- Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot maskapai perintis di Distrik Korowai, Kabupaten Boven Digoel, belum lama ini yang berdampak pada penutupan 11 bandara perintis di Papua.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Waterpauw menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apapun.

iklan

“Sebagai pribadi dan sebagai bagian dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, saya sangat prihatin dan mengutuk keras perbuatan biadab ini. Itu kekerasan yang tidak bisa kita terima,” tegasnya, Rabu (25/2/2026).

Waterpauw mengatakan, para pilot yang bertugas di pedalaman Papua menjalankan misi kemanusiaan, membuka akses wilayah terisolasi, serta menopang distribusi logistik dan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, aksi kekerasan tersebut bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga mencoreng nama Papua secara keseluruhan dan merugikan masyarakat luas.

“Akibatnya sekarang pelayanan penerbangan terganggu. Sebelas bandara perintis ditutup, itu bikin rakyat Papua menderita,” ujarnya.

Menanggapi situasi keamanan pasca kejadian, Waterpauw meminta pemerintah daerah dan TNI-Polri memperkuat koordinasi serta menyatukan langkah penanganan.

Selain itu, perlu dilakukan koordinasi terpadu antar-instansi, tidak bergerak secara parsial dan melibatkan tokoh masyarakat serta tokoh agama. Kemudian menyatukan komando dalam merespons setiap eskalasi keamanan.

“Satukan komando, bergerak bersama. Jangan sendiri-sendiri. Setiap persoalan harus dikoordinasikan dengan baik,” katanya.

#Jangan Nodai Pembangunan Papua

Waterpauw juga mengingatkan saat ini pemerintah pusat tengah mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Ia menilai aksi kekerasan semacam itu justru menghambat proses pembangunan dan memperburuk persepsi terhadap Papua.

Sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, ia menuturkan, komitmen menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat demi kemajuan Papua yang berkelanjutan. “Peristiwa di Korowai berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan perintis yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas wilayah pedalaman,” tuturnya.(hsb)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP