Timika, fajarpapua.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk mempercepat program layanan air bersih menghadapi kendala serius.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengungkapkan bahwa aksi perusakan fasilitas air bersih oleh oknum tidak bertanggung jawab sering terjadi.
Menurut Yoga, aksi vandalisme ini meliputi pencurian meteran air dan keran, serta pemotongan pipa yang sudah terpasang. Barang-barang yang dicuri tersebut diduga dijual ke pengumpul besi tua. Dampaknya, aliran air ke rumah warga menjadi terputus.
”Aksi perusakan ini hampir terjadi setiap tahun. Padahal, biaya untuk mendatangkan fasilitas pendukung layanan air bersih ini sangat besar,” ujar Yoga pada Sabtu (28/2).
Untuk mengatasi masalah ini secara permanen, Dinas PUPR Mimika berencana memberlakukan aturan baru. Ke depannya, pemasangan meteran dan keran air diwajibkan berada di dalam pagar rumah pelanggan, sehingga menjadi tanggung jawab penuh warga untuk menjaganya.
Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan pendataan terhadap fasilitas yang rusak maupun hilang. Yoga juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur air bersih yang telah dibangun.
Sebagai informasi, program air bersih di Mimika telah diluncurkan sejak 12 Juli 2025 oleh Bupati Johannes Rettob. Hingga saat ini, Pemkab Mimika telah memasang 14.000 jaringan Sambungan Rumah (SR), di mana 900 di antaranya sudah dialiri air secara aktif.(ant)








Komentar (0)