Sebuah insiden dramatis terjadi di Selat Hormuz pada Rabu (11/3), saat kapal kargo Thailand bernama Mayuree Naree diserang dari udara, mengakibatkan kebakaran hebat di buritan kapal. Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan, perwakilan Angkatan Laut Thailand, mengonfirmasi bahwa dari total 23 kru, 20 berhasil diselamatkan oleh pelaut militer Oman, namun tiga orang masih hilang.
Mayuree Naree, yang berbobot 30.000 ton, diserang setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA) saat melintasi perairan strategis ini. Respon cepat pun dilakukan oleh Angkatan Laut Thailand yang menghubungi rekan mereka di Oman serta Kedutaan Besar Thailand untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. “Kita tidak mengetahui sumber dan penyebab serangan ini. Investigasi masih berlangsung,” ujar Rattanachaiphan.
Dari informasi yang beredar, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menuduh bahwa kapal Thailand itu telah mengabaikan sejumlah peringatan yang diberikan. Mengingat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut akibat perang antara AS dan Israel melawan Iran, Kementerian Luar Negeri Thailand mendesak untuk melakukan de-eskalasi dan menekankan pentingnya menentukan penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan terhadap warga sipil.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan yang melibatkan kapal-kapal di Selat Hormuz, dengan setidaknya 12 insiden dilaporkan sejak perang dimulai. Menurut data dari Organisasi Maritim Internasional, setidaknya tujuh pelaut telah kehilangan nyawa dalam peristiwa yang terjadi di kawasan ini.


Komentar (0)