BERITA UTAMAMIMIKAOLAHRAGA

Gagal ke Final Liga 4 Papua Tengah, Ketua Persemi Mimika Soroti Kepemimpinan Wasit

585
×

Gagal ke Final Liga 4 Papua Tengah, Ketua Persemi Mimika Soroti Kepemimpinan Wasit

Share this article
Ketua Persemi Mimika Septinus Timang

Timika, fajarpapua.com – Harapan Persemi Mimika untuk melaju ke partai final harus pupus setelah kalah tipis dari Persipani Paniai dalam pertandingan semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Wania Imipi, Senin (16/3).

Kekalahan tersebut mendapat sorotan dari Ketua Persemi Mimika, Septinus Timang.

iklan

Ia menilai pertandingan berjalan ketat dan penuh semangat, namun diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan yang dinilai memengaruhi jalannya laga.

Meski timnya gagal melangkah ke final, Septinus tetap mengapresiasi perjuangan para pemain Persemi Mimika yang dinilai telah tampil maksimal hingga peluit akhir dibunyikan.

“Pertandingan hari ini luar biasa. Walaupun kami kalah, tapi kami kalah dengan terhormat. Para pemain sudah berjuang maksimal sampai pertandingan selesai,” ujar Septinus usai pertandingan.

Namun demikian, ia menyoroti salah satu momen krusial dalam pertandingan, yakni gol yang dicetak Persipani Paniai.

Berdasarkan analisis rekaman video pertandingan, gol tersebut diduga berada dalam posisi offside.

Menurutnya, dalam situasi tersebut hakim garis sempat mengangkat bendera tanda offside, namun keputusan itu tidak diambil oleh wasit utama sehingga permainan tetap dilanjutkan hingga berujung gol.

“Kalau dilihat dari video, gol kedua itu berbau offside. Bahkan hakim garis sudah mengangkat bendera, tetapi keputusan itu tetap dianulir dan pertandingan dilanjutkan hingga terjadi gol,” katanya.

Septinus mengaku kecewa dengan keputusan tersebut karena dinilai merugikan timnya.

Meski begitu, ia menegaskan Persemi Mimika tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Kami tetap bermain sportif. Tapi jujur saja, kemenangan mereka terasa dipengaruhi banyak faktor non-teknis,” ungkapnya.

Ia berharap panitia pelaksana maupun penyelenggara kompetisi dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat pertandingan, termasuk wasit yang memimpin laga, agar kompetisi berjalan lebih adil dan profesional.

Menurut Septinus, kompetisi seperti Liga 4 Indonesia seharusnya menjadi wadah untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola berkualitas dari daerah.

“Liga seperti ini adalah tempat mencari bibit pemain yang bagus. Dari sini kita berharap bisa melahirkan pemain yang bukan hanya bersaing di tingkat nasional, tapi juga bisa berbicara di level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Meski gagal melangkah ke final, Persemi Mimika masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi.

Pada pertandingan selanjutnya, tim berjuluk The Golden Boys itu dijadwalkan menghadapi Persido Dogiyai.

Septinus memastikan kondisi mental para pemain tetap baik dan siap menjalani laga berikutnya.

“Para pemain tidak dalam tekanan. Mereka sudah dilatih dengan mental yang kuat. Pelatih juga pasti sudah menyiapkan strategi untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Ia berharap Persemi Mimika dapat bangkit dan setidaknya mampu mengamankan posisi terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Kalau kita bisa sampai di posisi tiga besar saja itu sudah menjadi pencapaian yang luar biasa,” pungkasnya. (moa)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP