Kampung Kamora Gunung Paling Parah Diterjang Banjir, Rumah dan Ternak Hanyut

by -
Tim Relawan Baznas Mimika yang terjun ke lokasi bencana

Timika, fajarpapua.com

Setelah dua hari terisolasi, akhirnya pada Senin (27/7) baru terungkap jika banjir bandang yang melanda jalan Trans Nabire pada Minggu (26/7) membuat kerusakan terparah untuk kampung Kamora Gunung (bukan Mimika Gunung). Banyak rumah dan ternak warga yang terbawa banjir.

Yohanes Magai, warga Kampung Kamora Gunung mengatakan, warga sangat membutuhkan bantuan makanan dan pakaian. Sebab, banyak rumah warga yang rusak diterjang banjir. Tidak hanya itu, ternak piaraan warga nyaris tidak terselamatkan.

Keterangan itu disampaikan Yohanes kepada tim Baznas Kabupaten Mimika yang berhasil menyusuri tepi sungai hingga sampai di titik penjemputan warga Kamora Gunung, Senin (27/7) sore.

“Akses ke sana sangat sulit. Kami terpaksa membuat jalan darurat mengikuti pinggir alur sungai dan kami baru sampai di titik penjemputan warga,” ungkap Komandan Baznas Kabupaten Mimika, Arie Agung, yang diwawancarai Fajar Papua, Senin sore.

Ia mengatakan, akses ke kampung Kamora Gunung yang dihuni 300 lebih kepala keluarga (KK) itu sangat sulit sebab harus berjalan kaki sejauh 6 kilometer melewati pinggir sungai berlumpur.

“Kami belum sampai ke Kampung Kamora Gunung tapi kami sudah ketemu warga di sana. Mereka butuh bantun secepatnya,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos,MM menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika wajib memberikan perhatian pada warga Kilometer 12, korban banjir Jalan Trans Nabire. Ketiadaan dana APBD sebagaimana disampaikan Kepala BPBD bukan alasan.

“Saya kurang tahu apakah Kepala BPBD sudah turun lapangan atau belum. Tidak ada alasan dana tidak ada, kalau kerusakan jalan itu tanggungjawab Satker Provinsi tapi soal masyarakat itu tanggungjawab Pemda Mimika,” ungkap Wabup JR kepada awak media disela-sela kunjungan menijau banjir Iwaka, Senin (27/7).

Dikatakan, terkait bencana banjir tersebut memang sudah diprediksi. Sebab, aktifitas penebangan di hulu mata air itu masih terus terjadi.