Gempa Majene : 3 Orang Meninggal, 24 Luka-luka, 2.000 Orang Mengungsi

by -
Kerusakan akibat gempa Majene

Timika, fajarpapua.com – Gempa berkekuatan 6,2 skala richter yang menimpa Majene Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari menimbulkan kerusakan yang luar biasa.

Data yang diterima Redaksi Fajar Papua pada Jumat pagi menyebutkan, khusus di Kabupaten Majene jumlah korban meninggal dunia yang sudah terdeteksi 3 orang, 24 orang luka-luka dan 2.000 orang mengungsi.

Kerugian materil, bangunan yang rusak berat Hotel Maleo, Kantor Gubernur Sulbar, rumah warga dan jaringan listrik padam total.

Selain itu longsor terjadi 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, 62 unit rumah rusak, 1 unit Puskesmas, 1 Kantor Koramil Malunda rusak berat.

Awalnya gempa dengan skala 5,9 terjadi pada hari Kamis 14 Januari 2021 pukul 14:35 WITA. Selanjutnya gempa skala 6,2 terjadi pada hari Jumat 15 Januri 2021 pukul 02:28 WITA.

Kondisi terkini Kabupaten Majene, gempa dirasakan cukup kuat sekitar 5-7 detik. Masyarakat setempat panik dan keluar rumah. Masyarakat saat ini masih berada diluar rumah mengantisipasi gempa susulan. Gempa tidak berpotensi tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 di Majene juga berdampak ke ibu kota Sulbar di Mamuju. Kantor Gubernur Sulbar ambruk akibat musibah ini.

“Betul info yang kami dapatkan kantor Gubernur rusak berat,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Raditya Jati, Jumat (15/1).

Raditya juga mengatakan saat ini aliran listrik masih padam. “Sementara masih mati listrik,” ujar Raditya.

Diketahui Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,2 di Majene terjadi pukul 01.28 WIB, Jumat (15/1).

Lokasi gempa ada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur. Gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Gempa dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) IV-V di Majene, III MMI di Palu dan II MII Makasar.(ana)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250