Lewati ke konten utama

Korban Berjatuhan, 11 Prajurit Yonif 400/BR Meninggal Dunia di Intan Jaya

RedaksiPenulis
01.38 WIT1 menit baca27 dibaca
TNI ditembak KKB
TNI ditembak KKBFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com - Pimpinan tertinggi TNI hendaknya mengevaluasi kembali metode penempatan prajurit di daerah rawan konflik seperti Papua.

Bayangkan, sudah 11 prajurit dari Yonif 400/BR meninggal saat bertugas di Kabupaten Intan Jaya, Papua, sejak bertugas dan tergabung dalam Satgas pengamanan daerah rawan pada Agustus 2020 lalu.

Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen TNI Suwastyo kepada Antara, Selasa (16/2) membenarkan seraya mengaku prajurit Yonif 400/BR yang gugur itu, selain akibat kontak tembak, juga karena kecelakaan akibat kendaraan yang ditumpangi remnya blong .

 
"Data kami ada 11 prajurit dari Yonif 400/BR yang gugur dalam melaksanakan tugas di Papua khususnya di Intan Jaya. Dari jumlah itu empat prajurit di antaranya meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas," kata Brigjen TNI Suwastyo melalui telepon selularnya.

 Data dari Polda Papua selama tahun 2020 terjadi 49 kasus penembakan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Polres Nduga, Intan Jaya, Paniai, Puncak Jaya, Keerom dan Polres Pegunungan Bintang.

Khusus untuk wilayah Polres Intan Jaya tercatat 23 kasus penembakan, penganiayaan dan perampasan senjata api hingga menyebabkan yang terluka tercatat tiga anggota TNI, dua anggota Polri dan lima warga sipil.

Korban meninggal tercatat tiga anggota TNI dan 10 warga sipil.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.