Nomor Ponsel Mark Zuckerberg Terdapat Diantara Data Yang Bocor

by -
Kebocoran data menimpa facebook
Kebocoran data menimpa facebook

Bogor, Fajarpapua.com – Punya nomor telepon kekasih hati tentunya sudah biasa, tapi bagaimana kalau punya Nomor Ponsel Mark Zuckerberg? Ternyata bos Facebook juga ikut dalam daftar 533 juta data Facebook yang bocor.

Seorang peneliti siber Dave Walker menyebutkan bahwa Mark Zuckerberg serta pendiri Facebook Chris Hughes dan Dustin Moskovitz, termasuk di antara 533 juta pengguna yang data pribadinya di-posting di forum.

Berapa Nomor Ponsel Mark Zuckerberg?

“Mengenai #FacebookLeak, dari 533 juta orang yang mengalami kebocoran, ironisnya Mark Zuckerberg juga termasuk dalam kebocoran tersebut,” cuit Walker di Twitter.

Tentunya Netizen baik di Indonesia maupun di seluruh dunia penasaran dengan nomor ponsel Mark Zuckerberg. Tentu saja nomor ponsel Mark Zuckerberg yang bocor tersebut ada di forum yang memuat daftar 533 juta pengguna.

Kejadian tersebut memang terjadi di tahun 2019 dan kemungkinan CEO Facebook tersebut telah mengganti nomor telephonenya, meskipun demikian tentunya dengan adanya kejadian ini menjadi bukti bahwa tidak ada suatu sistem yang aman di luar sana.

Facebook memang belakangan ini menjadi sorotan penggunanya terkait dikeluarkannya kebijakan baru terhadap pengguna Facebook dan aplikasi yang berada di bawah naungannya seperti Instagram dan WhatsApp beberapa bulan lalu.

Tentunya informasi yang kembali mencuat perihal bocornya data Facebook langsung menjadi trend dan pembahasan diantara para pengguna aplikasi tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipahami bagi pengguna internet terkait bocornya data:

  1. Setiap melakukan registrasi secara online, maka data tersebut akan tercatat di luar dari area pribadi kita. Meskipun pihak pengelola menyatakan keamanan datanya tingkat tinggi, tidak dapat menjamin bahwa data tersebut tidak akan muncul suatu ketika.
  2. Ketika melakukan pengisian formulir terutama yang menggunakan google form, sebaiknya di konfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak yang terkait apakah halaman tersebut merupakan bagian dari instansi atau perusahaan yang sebenarnya.
  3. Hindari penggunaan password yang sama pada setiap akun.
  4. Usahakan memiliki 1 nomor atau 1 alamat email alternative yang digunakan untuk kepentingan publik dan bukan untuk kepentingan pribadi.
  5. Selalu amati halaman website yang dikunjungi apakah tertulis secara benar ? misal : https://klikbca.com atau https://klik-bca–.com (hanya contoh)
  6. Jangan dengan mudah melakukan registrasi secara Online yang membutuhkan verifikasi identitas diri melebihi nomer Telephone maupun alamat email.

Tentunya 6 hal tersebut tidaklah cukup untuk dapat menghindari kita dari pencurian data atau penyalahgunaan data pribadi. Namun setidaknya dapat meminimalisir kerugian yang terjadi apabila hal tersebut terjadi.