Peringati Hari Buruh, Freeport Bersinergi Membangun Negeri untuk Kebanggaan Indonesia

by -
Foto: Istimewa DIALOG- Technical Advisor of Manpower Stakeholder Relations PTFI, Nikodemus Purba menyambut kehadiran para tamu dan menjelaskan tujuan dilaksanakan Dialog Interaktif.
Foto: Istimewa DIALOG- Technical Advisor of Manpower Stakeholder Relations PTFI, Nikodemus Purba menyambut kehadiran para tamu dan menjelaskan tujuan dilaksanakan Dialog Interaktif.

Timika, fajarpapua.com – Memperingati Hari Buruh Sedunia, PTFI menggelar acara Dialog Interaktif yang diikuti oleh tiga serikat pekerja, yaitu SPSI-PTFI, SBSI-PTFI, dan Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP)-PTFI, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mimika dan Manajemen PTFI.

Kegiatan dilaksanakan di Lounge Room Rimba Papua Hotel (RPH), Sabtu, 1 Mei 2021 menghadirkan pembicara Lukas Saleo, perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)-PTFI, Leonardus Kapeyau, perwakilan pengurus Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI)-PTFI dan Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP)-PTFI diwakili oleh Virgo Salossa dan Kristifanus Endro, serta perwakilan Disnaker Mimika Syane Mandesy.

Sedangkan manajemen PTFI diwakili oleh Direktur dan EVP Human Resources Clementino Lamury beserta jajarannya, dan tamu undangan lain.

Dialog Interaktif diselenggarakan untuk membahas pentingnya sinergi dan keharmonisan antara perusahaan, karyawan, serta pemerintah daerah untuk memastikan operasi perusahaan terus berjalan, sehingga dapat terus memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas bagi negeri di tengah dampak pandemi.

Hari Buruh Sedunia menjadi momentum penguatan kebersamaan dan persaudaraan, menjadi alat pemersatu bangsa guna meningkatkan ketahanan sosial untuk melawan Covid-19.

Pandemi COVID-19 yang sudah terjadi selama lebih dari satu tahun masih membawa berbagai dampak bagi para pelaku bisnis, pemerintah, dan para pekerja di beragam jenis industri, termasuk pertambangan.

Di tengah berbagai dampak pandemi tersebut, PTFI sebagai obyek vital nasional terus beroperasi dan memutar roda perekonomian daerah, serta memberi kontribusi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi, Papua, dan Indonesia.

Hal ini tentunya dapat terwujud berkat kolaborasi yang baik antara perusahaan, para pekerja, serta pemerintah selaku regulator hubungan ketenagakerjaan.