PLN: Petani di Timika Telah Beralih ke Pompa Listrik

by -
kelompok tani
Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika yang telah beralih ke pompa listrik

Jayapura, fajarpapua.com – Pihak PT PLN (Persero) terus mendorong peningkatan hasil pertanian di Provinsi Papua dengan mengajak para petani di  Kabupaten Timika  beralih menggunakan listrik dalam kegiatan produksinya melalui program Electrifying Agriculture.

Manager PLN ULP Timika Kota Wahyu Prihatnala dalam siaran persnya kepada Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan dukungan PLN di sektor pertanian ini merupakan salah satu bentuk program Electrifying Agriculture yang diharapkan dapat membantu kesejahteraan hidup para petani. 

“Hasil produksi yang melimpah dan berkualitas baik tentunya akan menghasilkan keuntungan yang maksimal, sehingga besar harapan kami agar semakin banyak petani yang bisa termotivasi untuk menggunakan listrik dalam usahanya,” katanya.

Menurut Wahyu, PLN terus mengajak para petani agar memanfaatkan listrik yang ada guna meningkatkan hasil produksinya, di mana dengan pemanfaatan listrik yang tepat dan maksimal juga diharapkan dapat menekan biaya produksi yang selama ini bergantung pada mesin diesel dalam kegiatan sehari-hari.

“Salah satu yang telah merasakan manfaatnya adalah Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, di mana telah beralih menggunakan pompa listrik untuk mengairi kebun dari sebelumnya menggunakan pompa berbahan bakar solar,” ujarnya.

Dia menjelaskan kelompok tani yang berjumlah 20 orang tersebut memutuskan untuk memanfaatkan tenaga listrik guna menekan biaya operasional yang dikeluarkan, sebanyak 10 orang di antaranya telah melakukan penyambungan baru dengan daya 900 VA untuk mencukupi kebutuhan produksi di lahan seluas 20 hektare. 

Sementara itu, salah satu anggota Kelompok Tani SP4 Sopoyono Budi, mengatakan para petani sangat merasa terbantu dengan adanya layanan listrik yang diberikan PLN, pengeluaran biaya untuk membayar listrik jauh lebih murah dibandingkan untuk membeli bahan bakar solar.

“Saat pakai pompa diesel dalam sehari membutuhkan bbm sekitar lima liter dengan biaya Rp45 ribu-Rp50 ribu hanya untuk mengairi kebun kami, tentunya ini cukup memberatkan untuk operasionalnya, apalagi kalau menghadapi musim kemarau, namun berbeda ceritanya saat menggunakan listrik, hanya butuh sekitar 10 kWh atau sekitar Rp14 ribu saja,” katanya.

Dia menambahkan masih banyak keuntungan yang didapatkan petani dengan memanfaatkan tenaga listrik, penerangan menggunakan lampu di malam hari juga dapat mengurangi adanya hama dan hewan pengganggu yang dapat merusak tanaman. 

“Sekarang hasil panen kami seperti buah-buahan tidak rusak karena di makan kelelawar tentunya ini sangat menguntungkan dan bisa menambah pendapatan,” ujarnya.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.