Program Air Bersih Ditolak Pemerintah, Air Hujan Jadi “Harapan Hidup” Warga Kampung Fanamo

by -
Kepala Kampung Fanamo, Valentinus Mitowo
Kepala Kampung Fanamo, Valentinus Mitowo

Timika, fajarpapua.com – Akibat usulan program air bersih sering ditolak pemerintah daerah, Kampung Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, hingga kini belum memiliki fasilitas air bersih yang memadai.

Akibatnya selama ini warga setempat hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari baik untuk mandi, cuci dan masak.

Kepala Kampung Fanamo, Valentinus Mitowo kepada fajarpapua.com, Jumat kemarin mengatakan air hujan menjadi harapan hidup warganya.

“Selama ini yang kami pakai hanya air hujan, kalau tidak ada hujan susah kita harus ambil di kali yang tidak layak,” ujarnya setelah mengikuti kegiatan Rembuk Stunting di Grand Mozza Hotel

Melihat permasalahan ini, Valentinus mengaku dirinya sudah sering mengusulkan untuk pengadaan air bersih kepada pemerintah daerah, tapi hingga kini belum ada jawaban dan selalu ditolak.

“Kami sudah beberapa kali usul, tapi tidak pernah terjawab. Pada Tahun 2015 lalu kami dibantu PT Freeport Indonesia, tapi sekarang sudah rusak ,” paparnya.

Sebenarnya lanjut Valentinus, pihak kampung juga sempat membuat sumur dari dana desa tetapi kurang airnya maksimal karena kurang dalam, sehingga warga tetap tergantung pada air hujan.

“Untuk sumur sudah kami upayakan dari dana desa, saya buat sembilan gorong-gorong tapi ya harus tetap menunggu hujan, kalau tidak ada hujan ya sama saja tidak ada air,” ucapnya.

Karena kurangnya air bersih lanjutnya, banyak warga yang menggunakan air dari kali yang tidak layak baik dari kesehatan maupun kebersihannya.

“Kondisi ini akhirnya menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, karena banyak yang menderita muntaber dan diare. Itu sekarang yang menjadi persoalan,” katanya. (feb)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250