Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Pertamina Kembangkan Jaringan Pertashop di Timika

by -
Pertashop milik Pertamina di Pomako
Pertashop milik Pertamina di Pomako

Timika, fajarpapua.com – PT Pertamina (Persero) melalui Sub-Holding Commercial and Trading Region Papua Maluku terus mengembangkan jaringan Pertashop, yang berada di wilayah Papua termasuk Timika.

Hal itu diungkapkan oleh Comunication and Realition PT Pertamina Papua Maluku, Edy Mangun saat dihubungi fajarpapua.com, Senin (16/8) lalu.

Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk terus memberikan kemudahan akses masyarakat, dalam mendapatkan BBM yang berkualitas.

“Langkah pengembangan Pertashop ini dimaksudkan untuk mendekatkan station point layanan Pertamina kepada masyarakat. Dengan adanya Pertashop, masyarakat dapat mendapatkan Bahan Bakar Minyak lebih dekat dan cepat. Sehingga dapat memangkas jarak tempuh ke SPBU terdekat yang bisa berjarak beberapa kilometer,” ujarnya.

Selain itu lanjut Edy, langkah ini juga dimaksudkan untuk memberi jaminan kepada konsumen untuk mendapatkan BBM dengan kualitas dan harga sama seperti halnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Mengapa kualitas dan harga BBM di Pertashop dan SPBU sama? Edy menjelaskan, Pertashop merupakan lembaga penyalur resmi dari Pertamina berskala lebih kecil dari SPBU.

“Pertashop dimiliki oleh Pertamina dan telah memenuhi aspek legalitas dan aspek HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment,” urainya.

Menurutnya, Pertashop merupakan lembaga penyalur yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam bentuk BBM yang berkualitas bagi masyarakat, yang lokasinya masih belum tercapai dan memiliki keterbatasan akses menuju SPBU.

“Pertashop merupakan bagian penting dari program OVOO atau One Village One Outlet, yang digalakkan oleh Pertamina sejak Tahun 2020 lalu,” imbuhnya.

Dalam penjelasannya, Edy Mangun menuturkan, investasi untuk unit Pertashop ini terbuka bagi siapa saja dan terbuka untuk umum.

“Siapapun boleh berinvestasi di Pertashop selama memenuhi syarat serta kriteria yang ada. Selain itu, modal yang dibutuhkan untuk menjalankan unit ini juga tidak terlalu besar,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat berpikir untuk investasi dibidang energi terutama BBM membutuhkan dana miliaran rupiah.

“Untuk Pertashop investasinya dikisaran 250 juta dan cukup mudah karena dasarnya adalah kepemilikan lahan, sehingga siapapun bisa berinvestasi,” urainya. (mas)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.