Wakil Bupati John Rettob Kukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga A3 Kabupaten Mimika, Bawa Konsep Theofany

by -
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob melantik pengurus Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) Kabupaten Mimika di Gedung Tongkonan, Selasa (24/11).
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob melantik pengurus Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) Kabupaten Mimika di Gedung Tongkonan, Selasa (24/11).

Timika, fajarpapua.com – Kerukunan Keluarga Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) Kabupaten Mimika resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob di Gedung Tongkonan, Selasa (23/11).

Keluarga A3 Mimika mempunyai tugas kemana saja berada dan dengan siapa bergaul wajib menyebarkan konsep Theofany sebagaimana disampaikan Tuhan Yesus pada penampakanNya tahun 1951 silam.

banner 300250

Wakil Bupati Mimika, John Rettob dalam sambutannya usai pengukuhan mengatakan, masyarakat A3 yang ada di Mimika harus menjadi contoh bagi warga lain.

“Masyarakat A3 harus menjadi motor penggerak bagi pembangunan di daerah ini. Tadi sudah disampaikan bahwa Kehadiran orang Sorong di Timika tidak hanya jadi penikmat dan pengecap pembangunan tapi masyarakat Sorong sudah membuktikan bahwa mereka menjadi pelopor pembangunan dibidang pendidikan,” ungkap Wabup JR.

Dikemukakan, sosok almarhum Melianus Mosso yang pertama sebagai pemilik yayasan YABG dengan SMK Perta, SMP Petra dan SMK Penerbangan.

Kemudian Yulian Solossa dengan Yayasan Hermon mendirikan SMK Hemon dan STIKIP Hermon.

Untuk itu pada hari ini dilakukan pelantikan Pengurus Kerukunan A3, dan sebagai pengurus Wabup JR berpesan harus bisa mendengar, melihat, merasakan dan hidup bersama masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Pengurus adalah pelayan, jangan tunggu warga beritahu kalau ada warga yang susah, pengurus harus turun lihat langsung warganya,” harap JR.

Selain itu pengurus kerukunan merupakan mitra terdekat pemerintah. Untuk itu kerukunan keluarga A3 diharapkan terus bergandengan tangan bersama pemerintah dalam membangun Kabupaten Mimika.

Tokoh masyarakat A3 Sorong di Timika, Yustus Way mengatakan, kehadiran orang Sorong di Timika mulai dari generasi pertama yakni para guru yang mengajar di sejumlah sekolah yang ada di pesisir dan pedalaman Mimika tahun 1960-an hingga 1970-an.

Kemudian generasi berikutnya tahun 1980-an mereka datang berkebun, sensor kayu dan penghasil sayur mayur di Timika.

Generasi berikutnya banyak menjadi ASN di lingkungan Pemkab Mimika, guru, petugas puskesmas.

Selanjutnya generasi anak-anak saat ini begitu banyak di Timika. Dengan membawa motto Teofany, orang Sorong bisa hidup dimana saja berada.

Yang paling membanggakan, kata Yustus masyarakat Sorong tidak hanya jadi penikmat hasil pembangunan tapi sebagai pelaku pembangunan.

“Almarhum Melianus Mosso sebagai pendiri SMK dan SMP Petra, SMK Penerbangan, SMK Petra sudah menghasilkan output terlebih anak Kamoro dan Amungme sudah 3000 lebih lulus dari SMK Petra. Juga Yayasan Hermon melalui tangan dingin Yulian Salossa berdirilah SMK Pertambangan Hermon dan STIKIP Hermon yang mendidik anak-anak Timika jadi guru. Itulah talenta yang Tuhan berikan kepada anak A3 untuk berkarya bagi pengembangan SDM di Mimika ini,” tukasnya.

Sekretaris Umum (Sekum) Kerukunan Keluarga A3 Kabupaten Mimika, Andarias Nauw mengemukakan hari ini kerukuan Keluarga A3 resmi dikukuhkan Wakil Bupati.

“Terima kasih kepada Pak Wakil yang berkenan hadir dan mengukuhkan pengurus kerukunan keluarga Sorong,” ujarnya.

Andarias mengatakan, orang A3 kemana-mana membawa konsep Teofany yang mana pada tahun 1951 disebuah desa di Sorong terjadi penampakan Tuhan kepada Hamba Tuhan Pdt Rumbiak bahwa orang A3 kemana-mana harus membawa konsep Theofany untuk memperkokoh semangat kebersamaan.(mar)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.