Mobil Truk Bertangki “Siluman” Marak Isi Solar di SPBU Timika, Respon Pertamina Hanya Begini….

by -
Mobil truk tangki sedang mengisi solar bersubsidi di salah satu SPBU di Timika.
Mobil truk tangki sedang mengisi solar bersubsidi di salah satu SPBU di Timika.

Timika, fajarpapua.com- Pada Senin (3/1) lalu, Redaksi fajarpapua.com menerima kiriman tiga buah video warga terkait praktek aksi dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan secara terbuka disalahsatu satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Timika.

Dua dari tiga video yang dikirim, memperlihatkan aksi yang dilakukan oleh oknum warga yang membeli BBM jenis solar dengan menggunakan mobil dengan tangki ganda atau tangki siluman hasil modifikasi yang ilegal.

Dalam video tersebut, warga yang diduga seorang supir mobil tangki milik salahsatu kontraktor setelah mengisi penuh tangki standar di kendaraannya, kemudian terlihat mengisi solar di tangki BBM tambahan yang ditempatkan diantara kepala truk dengan bak tangki.

Sementara satu video lagi merekam aksi oknum supir bus yang diduga milik salahsatu penyedia transportasi karyawan dilingkungan tambang yang mengisi Solar di jerigen dalam jumlah banyak.

Padahal sebelumnya, supir bus ini diketahui telah mengisi solar senilai Rp 1.000.000 di tangki kendaraannya.

Ironisnya, aksi kedua warga tersebut dilakukan secara terang-terangan di depan petugas SPBU dan terlihat tidak canggung atau sudah terbiasa dengan praktek tersebut.

Menurut Abbas, warga yang mengirim video tersebut saat menghubungi fajarpapua.com, praktek penimbunan solar menggunakan tangki ganda atau tangki siluman ini saat ini sudah lumrah dilakukan.

“Apalagi semenjak solar sering kosong di SPBU, banyak kendaraan yang memodifikasi atau menambah tangki dengan tujuan menimbun BBM,” ujarnya.

Bahkan saat ini lanjutnya, banyak pengemudi kendaraan beralih menjadi penimbun solar karena lebih menguntungkan dibanding menarik atau mengangkut jasa di dalam trayek mereka.

“Jadi mereka memilih untuk menimbun solar, bahkan ada kendaraan yang berulangkali ikut antri dan sehari bisa lebih dari sekali mereka mengisi BBM,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pasokan Lambat Jadi Penyebab Antrian, Disperindag Minta Pertamina Timika Salurkan Solar Lebih Pagi

Akibat praktek ini lanjut Abbas, banyak pengemudi kendaraan terutama truk pengangkut yang tidak mendapatkan solar padahal mereka sudah mengantri lama.

Bagaimana tanggapan PT Pertamina? Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku saat dimintai tanggapannya oleh fajarpapua.com melalui pesan WhatsApp pada Senin (3/1) hanya menjawab singkat.

“Dia beli BBM non subsidi to,” ujarnya saat dimintai tanggapan aksi pengisian BBM didalam tangki ganda seperti terekam dalam video yang fajarpapua.com kirim ke yang bersangkutan.

Bahkan saat ditanya terkait apakah tidak ada himbauan pembatasan pembelian dan juga stok yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan warga karena sudah terjadi antrian sejak akhir tahun 2021 lalu, Edi Mangun juga menjawab dengan sangat singkat.

“Stock kita ready utk SPBU,” ujarnya yang tidak menjawab poin yang diajukan fajarpapua.com.

Begitu juga saat ditanya pendapatnya terkait dengan penyebab antrian yang terjadi selama ini, Edi Mangun hanya menjawab dengan satu kata.

“Kebutuhan,” jawabnya.

Berdasar jawaban tersebut, saat dikejar dengan pertanyaan bahwa persediaan solar yang didrop ke SPBU memang tidak mencukupi kebutuhan real di Timika? Edi Mangun menjawab untuk SPBU tergantung permintaan.

“SPBU kan dropingnya tergantung berapa besar dia tebus.Dan ada max tebusan perhari,” ujarnya.

Namun diakhir jawabannya, Edi Mangun menegaska tidak ada kelangkaan BBM di Timika karena hingga kini SPBU masih melayani warga

“Klo BBM langka berarti SPBU ga ada yg buka dan melayani warga,” tutupnya. (mas)

A valid URL was not provided.