BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Kolombia Tarik Dubes Untuk Nikaragua Karena Komentar Ortega

cropped cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Kolombia Tarik Dubes Untuk Nikaragua Karena Komentar Ortega

Share this article
Presiden Nikaragua Daniel Ortega menghadiri pertemuan dengan perwakilan kelompok ALBA di Istana Revolusi di Havana, Kuba, 14 Desember 2021.
Presiden Nikaragua Daniel Ortega menghadiri pertemuan dengan perwakilan kelompok ALBA di Istana Revolusi di Havana, Kuba, 14 Desember 2021.

Bogota, 24/2 (ANTARA) – Kolombia telah menarik duta besarnya untuk Nikaragua karena komentar Presiden Amerika Tengah itu Daniel Ortega yang menyebut Kolombia sebagai “negara narkotika”.

Hal itu disampaikan pemerintah Kolombia pada Rabu, (23/2) seraya mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan.

Ads

Kolombia tidak mengakui hasil pemilihan Nikaragua November lalu yang memenangkan Ortega untuk masa jabatan keempat berturut-turut. Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan negara-negara lain di kawasan itu juga telah menyuarakan keprihatinan.

“Kolombia adalah negara narkotika, yang membunuh para pemimpin masyarakat dan para pekerja setiap hari,” kata Ortega saat berpidato pada Senin untuk memperingati kematian tokoh revolusioner Nikaragua Augusto Cesar Sandino.

Pemerintah Kolombia pada Selasa memerintahkan Duta Besar negara itu Alfredo Rangel untuk menyerahkan surat protes kepada pemerintah Nikaragua dan untuk pulang, kata kementerian luar negeri Kolombia dalam sebuah pernyataan.

“Kolombia justru menjadi korban perdagangan narkoba, kami adalah korban dari bisnis yang tumbuh setiap hari karena permintaan eksponensial dan konsumsi narkoba,” kata Menteri Luar Negeri dan Wakil Presiden Kolombia Marta Lucia Ramirez dalam pesan audio yang dibagikan kepada wartawan.

Komentar Ortega adalah upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari situasi hak asasi manusia di Nikaragua, kata Ramirez, dan meminta masyarakat internasional untuk campur tangan mencegah negara Amerika Tengah itu menjadi kediktatoran.

“Ketika tidak ada keadilan independen, ketika tidak ada jaminan bagi orang-orang yang sedang diselidiki, kita sedang menuju kediktatoran dan masyarakat internasional harus campur tangan,” katanya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *