BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Belanda Sita Aset Rusia Senilai Rp3,18 Triliun Lebih, Turki Evakuasi Warganya dari Mariupol di Ukraina

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Belanda Sita Aset Rusia Senilai Rp3,18 Triliun Lebih, Turki Evakuasi Warganya dari Mariupol di Ukraina

Share this article
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menghadiri konferensi pers setelah berbicara dengan mitranya dari Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, 16 Maret 2022.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menghadiri konferensi pers setelah berbicara dengan mitranya dari Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, 16 Maret 2022.

Amsterdam, fajarpapua.com – Otoritas Belanda kini telah membekukan atau menyita aset senilai lebih dari 200 juta euro (sekitar Rp3,18 triliun) dari pribadi atau perusahaan yang dikenai sanksi menyusul invasi Rusia di Ukraina.

Hal itu diungkapkan oleh presiden bank sentral Belanda Klass Knot pada Kamis (17/3) saat tampil di program televisi Nieuwsuur.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Pernyataannya muncul setelah menteri keuangan Belanda pada Selasa memberi tahu parlemen bahwa pemerintah baru menyita aset Rusia senilai 6 juta euro (sekitar Rp95,41 miliar) sejak 24 Februari ketika invasi dimulai.

“Tidak banyak, tetapi itu angka sejak sepekan yang lalu,” kata Knot. “Saya katakan kepada Anda bahwa saat ini kami telah membekukan atau menyita lebih dari 200 juta euro … (dan) saya perkirakan jumlahnya akan terus bertambah.”

“Kami menemui beberapa masalah awal,” kata dia.

Turki Evakuasi Warganya dari Mariupol di Ukraina

Sebanyak 65 orang warga Turki dan kerabat mereka dievakuasi dari kota pelabuhan Mariupol di Ukraina selatan, kantor berita Turki Anadolu melaporkan, Kamis (17/3).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Kamis mengatakan lebih dari 100 warga Turki masih bertahan di Mariupol dan ia berharap adanya gencatan senjata untuk kemanusiaan di kota tersebut.

Dalam konferensi pers bersama mitranya dari Ukraina, Dmytro Kuleba, di Lviv, Cavusoglu mengaku telah mengusulkan gencatan senjata 24 jam yang dipantau kelompok kemanusiaan.

Kementerian luar negeri Ukraina pada Sabtu menyebutkan pasukan Rusia menembaki sebuah masjid di Mariupol, di mana 80 lebih orang dewasa dan anak-anak, termasuk warga Turki, mengungsi.

Cavusoglu lantas mengatakan bahwa ia telah mengupayakan bantuan dari mitranya dari Rusia mengenai isu ini.

Belum ada informasi apakah para pengungsi itu adalah orang-orang yang mencari perlindungan di masjid.

Presiden Turki Tayyip Erdogan lewat percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah perundingan antara Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, menurut kantor presiden.

Pernyataan itu juga mengatakan Erdogan memberi tahu Putin bahwa kesepakatan tentang isu tertentu bisa jadi memerlukan pertemuan para pemimpin.

Erdogan juga menuturkan gencatan senjata yang berlangsung lama dapat mengarah pada solusi jangka panjang, menurut pernyataan itu.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *