BERITA UTAMAMIMIKA

Peringati Hari Olahraga Nasional, Disporabudpar Mimika Gelar Senam Bersama, Begini Sejarah Lahirnya Haornas…

cropped cnthijau.png
3
×

Peringati Hari Olahraga Nasional, Disporabudpar Mimika Gelar Senam Bersama, Begini Sejarah Lahirnya Haornas…

Share this article
Foto: Istimewa Nampak ratusan pemuda dan pelajar saat mengikuti senam bersama dalam rangka Haornas ke-39 di Graha Eme Neme Yauware yang digelar Disporabudpar Mimika.
Foto: Istimewa Nampak ratusan pemuda dan pelajar saat mengikuti senam bersama dalam rangka Haornas ke-39 di Graha Eme Neme Yauware yang digelar Disporabudpar Mimika.

Timika, fajarpapua.com– Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mimika pada Jumat (9/9) pagi menggelar acara senam bersama.

Senam bersama yang digelar di pelataran Panggung Terbuka Graha Eme Neme Yauware tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional atau Haornas ke-39 tahun yang jatuh pada 9 September 2022 hari ini.

Ads

Meski dilaksanakan secara sederhana, kegiatan yang mengambil thema Bersama Cetak Juara serta sub thema Menuju Mimika yang Sehat tersebut berlangsung cukup meriah.

Ratusan peserta yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara dari lingkup Pemda Kabupaten Mimika, pemuda dan pelajar dari berbagai sekolah mengikuti senam bersama.

Seperti diketahui, setiap tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional atau Haornas. Peringatan tersebut bertujuan guna meningkatkan rasa sportivitas masyarakat Indonesia.

Adapun penetapan 9 September sebagai Haornas tidak terlepas dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada 9 September 1948 di Stadion Sriwedari Surakarta, Solo. Lantas, bagaimana sejarahnya, ya? Mari simak informasinya berikut ini!

  1. Bermula dari atlet Indonesia yang gagal mengikuti Olimpiade London Tahun 1948.

Pencetusan Haornas yang diperingati setiap 9 September ada kaitannya dengan kejadian yang dialami para atlet Indonesia saat hendak mengikuti Olimpiade Musim Panas 1948 di London, Inggris.

Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) telah mempersiapkan sederet atlet terbaik untuk menjadi perwakilan Indonesia di ajang olahraga empat tahun sekali tersebut. Namun, impian tersebut harus kandas lantaran Inggris tak mengakui paspor atlet Indonesia.

Hal ini karena pada masa itu, Indonesia baru saja merdeka. Statusnya sebagai negara di kancah internasional masih belum jelas akibat pengaruh Belanda. Dunia pun juga belum sepenuhnya mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Ditambah lagi, saat itu, PORI belum terdaftar sebagai anggota International Olympic Committee (IOC).

Para atlet hanya bisa ikut serta apabila menggunakan paspor Belanda. Namun, mereka enggan melakukannya karena ingin mewakili Indonesia, bukan negara lain, di ajang tersebut.

Pada akhirnya, putra-putri Tanah Air ditolak untuk berpartisipasi dalam Olimpiade XIV/1948. Sebagai gantinya, PORI menyelenggarakan sebuah acara olahraga bertaraf nasional yang dikenal sebagai Pekan Olahraga Nasional (PON).

  1. Penyelenggaraan PON I dan sejarah Haornas.

Setelah atlet Tanah Air gagal mengikuti Olimpiade Musim Panas 1948 di London, PORI menginisiasi penyelenggaraan PON. Kompetisi olahraga tersebut digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Solo, sejak tanggal 9–12 September 1948.

Adapun tujuan pengadaan PON yang pertama tersebut bukan hanya untuk membangkitkan kembali semangat para atlet Indonesia yang gagal menginjakkan kaki di ajang olimpiade. Tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan sebuah pesta olahraga berskala nasional.

Namun, terdapat sejumlah masalah yang dihadapi Indonesia saat hendak mengadakan PON I. Mulai dari dana yang terbatas, waktu persiapan yang terlalu singkat, hingga keberadaan pihak kolonial Belanda yang menjaga pos-pos penting di Indonesia.

Selain itu, adanya Perjanjian Renville antara Indonesia dengan kolonial Belanda menyebabkan daerah Indonesia semakin sempit. Meskipun begitu, PON I tetap berhasil berjalan dan dibuka oleh Presiden Soekarno.

Pekan olahraga tersebut juga disambut meriah oleh para atlet Tanah Air. Terhitung 600 atlet yang berpatisipasi dan bertanding di 9 cabang olahraga untuk memperebutkan 108 medali.

Sebagai salah satu cara untuk mengenang kompetisi olahraga nasional pertama tersebut, maka dicetuskanlah tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional. Sampai sekarang, PON sudah digelar sebanyak 18 kali dan rutin diadakan setiap empat tahun sekali. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *