BERITA UTAMAMIMIKA

Proses Kremasi 4 Jenazah Mutilasi Berjalan Aman, Keluarga Sampaikan Tuntutan Hingga ke Dewan HAM PBB

cropped cnthijau.png
4
×

Proses Kremasi 4 Jenazah Mutilasi Berjalan Aman, Keluarga Sampaikan Tuntutan Hingga ke Dewan HAM PBB

Share this article
Kremasi 4 jenazah korban mutilasi.
Kremasi 4 jenazah korban mutilasi.

Timika, fajarpapua.com – Empat jenazah korban mutilasi telah dikremasi di samping Jalan masuk Gapura Kilometer 11 Jalan Poros Timika – Pomako pada Jumat (16/9) sekira pukul 15.00 Wit.

Dengan diiringi isak tangis keluarga dan masyarakat Nduga di Timika, proses kremasi berjalan lancar dan aman.

Ads

Perwakilan dari keluarga korban, Pale Gwijangge menyampaikan bahwa ada beberapa sejumlah tuntutan dari pihak keluarga diantaranya;

Mendesak

  1. Kepada Dewan HAM PBB
  2. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo
  3. Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
  4. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
  5. Kapolda Papua Mathius D Fakhiri
  6. Pangdam Cenderawasih XVII
  7. Kapolres Mimika
  8. Dandim Mimika

Dengan tuntutan

  1. Segera membentuk tim investigasi independen guna mengungkapkan motif dan fakta kejahatan terhadap kemanusiaan pada kasus tembak mati dan mutilasi empat warga.
  2. Meminta kepada Dewan HAM PBB agar membentuk Tim Investigasi untuk mengusut dan megungkapkan kejahatan Negara terhadap rakyat Papua sejak 1961 hingga saat ini dan lebih khsus terhadap 4 korban yang ditembak mati dan mutilasi.
  3. Memecat secara tidak terhormat anggota TNI yang terlibat dalam kasus penembakan dan mutilasi 4 warga sipil dari kesatuan Brigif IJK/20/3 Timika dan diadili di pengadilan umum, Timika.
  4. Kami keluarga korban menuntut Hukuman Mati kepada pelaku baik militer maupun warga sipil yang terlibat dalam kasus tembak mati dan mutilasi pada 22 Agustus 2022.
  5. Mencopot Komandan Brigif IJK.
  6. Seluruh proses hukum wajib dan harus dilakukan di Timika dan terbuka untuk umum.

“Tembak mati dan mutilasi ini tindakan yang tidak berprikemanusiaan, ini sudah keluar dari Pancasila. Untuk itu kami dari pihak keluarga korban meminta mengungkap kasus dan motif ini sesungguhnya, jangan ada yang ditutup-tutupi, ini mereka murni warga sipil,” ujar Pake Gwijangge.

Usai pembacaan tuntutan dari pihak keluarga korban, selanjutnya penyampaian terima kasih dari Kapolres dan Dandim Mimika kepada keluarga telah mengawal proses ini dengan baik dan lancar serta ucapan duka yang mendalam, dan selanjutnya dilakukan doa penutup. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *