Lewati ke konten utama

Kayu Mulai Lapuk, Kondisi Sekolah Satu Atap Pomako Memprihatinkan, Murid Didominasi Anak Kamoro

Redaksi FPPenulis
14.41 WIT2 menit baca21 dibaca
IMG 20220918 WA0005
IMG 20220918 WA0005Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Wajah pendidikan Mimika benar-benar suram. Alokasi APBD setiap tahun yang mencapai Rp 1 triliun tidak membuat perubahan berarti pada dunia pendidikan.

Beberapa hari ini warga Timika dikejutkan berita 9 bulan guru PPPK belum terima gaji, kini ada lagi berita yang membuat hati miris.

Kondisi sekolah negeri SD-SMP Satu Atap (Seatap) di Kampung Asmat -Pomako Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika, Provinsi Papua sangat memperihatinkan.

Lapangan upacara dan jembatan masuk sekolah yang terbuat dari kayu tersebut sudah rusak parah sehingga sangat membahayakan anak anak sekolah.

Lapangan upacara tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk apel. Bahkan anak-anak sering terjatuh karena kondisi papan yang ada di lapangan upacara dan jembatan masuk di sekolah tersebut lapuk dan rusak sehingga rawan patah.

“Sebagai anak adat, saya sangat perihatin dengan sekolah negeri satu atap tersebut, ini sekolah negeri bukan swasta.Saya punya anak-anak semua sekolahnya disitu. Sekolah ini dibangun oleh pemerintah mohon tolong di perhatikan sekolah di Kampung Asmat-Pomako,” kata tokoh masyarakat Mimika-Wee, Marianus Maknaipeku, kepada wartawan di Timika, Sabtu (17/9/2022).

Marianus mengatakan rata-rata anak yang bersekolah disitu adalah anak-anak asli Mimika oleh karena itu wajar bila sekolah tersebut mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

“Itu sekolah dipakai oleh anak anak Papua sendiri, kebanyakan anak anak Kamoro yang ada disitu.Saya mohon kepada pemerintah terutama DPRD, cobalah melihat dan bisa mengusulkan kepada Dinas bersangkutan,”kata Marianus. (sel)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.