BERITA UTAMANASIONAL

Satu Orang Meninggal dan 9 Orang Terluka Akibat Gempa Tapanuli Utara

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Satu Orang Meninggal dan 9 Orang Terluka Akibat Gempa Tapanuli Utara

Share this article
IMG 20221001 084400 copy 800x542 2
Pasien di rumah sakit sempat diungsikan saat gempa melanda bagian wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu dini hari (1/10/2022).

Tapanuli Utara, fajarpapua.com – Gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu dini hari menurut data sementara pemerintah daerah telah menyebabkan satu orang meninggal dan sembilan orang terluka serta mengakibatkan sejumlah rumah rusak.

“Hingga saat ini dilaporkan satu warga meninggal dunia, sembilan (orang luka,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Indra Sahat Hottua Simaremare.

Menurut dia, tujuh warga yang terluka menjalani perawatan di RSUD Tarutung dan dua orang lainnya dirawat di puskesmas.

Ia mengatakan bahwa gempa bumi yang melanda wilayah Tapanuli Utara juga memicu terjadinya kebakaran di Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae.

“Sebanyak 18 kios hangus terbakar dan sejumlah rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan,” katanya.

Gempa bumi mengakibatkan bagian dari beberapa rumah warga di Tapanuli Utara rusak, menyebabkan lantai dan dinding rumah retak serta asbes atap rumah rusak.

Halte bus di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Tarutung, juga ambruk akibat gempa.

Selain itu, pelayanan di RSUD Tarutung sempat terganggu akibat gempa bumi. Pasien di rumah sakit itu sempat dipindahkan dari bangsal perawatan ke halaman depan rumah sakit.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa yang melanda bagian wilayah Tapanuli Utara pada Sabtu dini hari terjadi akibat aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Gempa sebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di Tapanuli Utara

ads

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu mengatakan bahwa selain mengakibatkan satu orang meninggal dan beberapa orang terluka, gempa dengan magnitudo 5,8 yang terjadi pada Sabtu dini hari juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Kepada ANTARA, Bonggas mengatakan bahwa gempa bumi memicu terjadinya kebakaran kios, menyebabkan tanah longsor dan badan jalan rusak, serta mengakibatkan kerusakan rumah warga dan tempat ibadah.

Tempat ibadah yang rusak akibat gempa antara lain Gedung HKBP Tarutung Kota di Kota Tarutung. Selain itu, tidak sedikit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. 

​​​​​​”Sepanjang 50 hingga 60 meter badan jalan menuju kawasan wisata Salib Kasih juga tertutup material tanah longsor setinggi tiga meter,” kata Bonggas.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran tanah di kawasan wisata Salib Kasih.

Menurut dia, gempa juga menyebabkan kerusakan seratusan meter bagian jalan di Desa Simorangkir, Kecamatan Siatasbarita, serta seratusan meter bagian jalan di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung.

“Saat ini kita masih terus mendata kerusakan yang timbul akibat gempa bumi,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Tapanuli Utara pusatnya berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 2,11 derajat Lintang Utara dan 98,83 derajat Bujur Timur.

Menurut Pelaksana Tugas ​​​​​​​Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa bumi tersebut termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *