BERITA UTAMAPAPUA

Studi Banding di Labuan Bajo, Anggota DPRD Puncak Papua Meninggal Saat Trekking ke Puncak Pulau Padar

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Studi Banding di Labuan Bajo, Anggota DPRD Puncak Papua Meninggal Saat Trekking ke Puncak Pulau Padar

Share this article
IMG 20221117 WA0001
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi Pilemon Tabuni dari Pulau Padar ke RS Siloam Labuan Bajo.Foto: Istimewa

Jayapura, fajarpapua.com- Duka dialami rombongan DPRD Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, yang  tengah menggelar studi banding di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Duka dialami setelah salahsatu anggota rombongan yaitu Pilemon Tabuni (46) dinyatakan meninggal dunia usai mengikuti trekking ke Puncak Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Rabu (16/11) kemarin.

Ads

Sebelum dinyatakan meninggal, Pilemon Tabuni terlihat lemas dan tidak sadarkan diri saat menaiki tangga di sekitar Selat Linteh, Pulau Padar.

Korban juga sempat dievakuasi dari Pulau Padar oleh Tim SAR Gabungan yang berada di lokasi dan membawa yang bersangkutan ke RS Siloam Labuan Bajo.

Namun sayangnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Puncak Elpiau Hagabal kepada media mengatakan rombongan berangkat ke Pulau Padar setelah menyelesaikan agenda studi banding DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Secara keseluruhan ada 38 anggota rombongan terdiri dari 25 anggota DPRD Kabupaten Puncak dan 13 staf yang datang studi banding tersebut.

Elpiau mengatakan dirinya dan anggota dewan yang lain sempat menyarankan Pilemon untuk tidak ikut trekking ke Puncak Pulau Padar mengingat kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Namun karena merasa kondisinya sehat, Pilemon mengabaikan saran tersebut dan bersikeras mengikuti trekking ke Pulau Padar bersama rekan-rekannya.

Namun, baru 100-an anak tangga yang dilewati, Pilemon jatuh pingsan, hingga meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Bupati Kabupaten Puncak, Papua, Willem Wandik menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

“Saya dapat laporan dari Sekwan pagi tadi, bahwa beliau (Pilemon) telah meninggal dunia saat trekking ke Puncak Pulau Padar, Labuan Bajo. Atas nama pribadi dan masyarakat kabupaten Puncak kami mengucapkan duka cita yang mendalam, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam kasih Tuhan. Kami akan berikan penanganan yang terbaik,” kata Willem dalam keterangannya.

Willem mengatakan pihaknya akan membantu proses pemulangan jenazah Pilemon. Willem terus berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan keluarga untuk memulangkan almarhum ke Kabupaten Puncak. Kami akan usahakan secepatnya agar proses pemulangan jenasah ini berjalan lancar, agar keluarga almarhum tenang,” ucapnya.

Dimata Willem, almarhum Pilemon adalah sosok pekerja keras, tulus, dan baik. Ia mengaku kaget mendengar Pilemon telah tiada karena menurutnya almarhum tidak punya riwayat sakit parah.

“Tuhan memanggil dengan cara yang berbeda beda, ada yang meninggal karena sakit, dan ada juga yang meninggal karena tiba – tiba. Mari kita ikhlaskan, kita doakan dan kita berikan yang terbaik untuk almarhum,” ujarnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *