BERITA UTAMAMIMIKA

Tinjau Gedung SMP Negeri 9 Kwamki Narama yang Dibakar Pemabuk, Plt Kadis Pendidikan Mimika : Kondisi Menyedihkan !!!

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Tinjau Gedung SMP Negeri 9 Kwamki Narama yang Dibakar Pemabuk, Plt Kadis Pendidikan Mimika : Kondisi Menyedihkan !!!

Share this article
IMG 20221122 WA0079
Plt Kadis Pendidikan Mimika, Wellem Naa, SPd,MM saat memantau gedung SMP Negeri 9 Kwamki Narama yang dibakar.

Timika, fajarpapua.com – Dalam rangka melengkapi data kondisi riil fasilitas pendidikan di Kabupaten Mimika, Plt Kepala Dinas Pendidikan Wellem Naa Spd,MM pada Selasa (22/11) meninjau sejumlah sekolah di Kwamki Narama.

Dari pantauan tersebut, Wellem mengaku prihatin sebab banyak gedung yang terlantar bahkan salah satu gedung di SMP Negeri 9 hangus dibakar pemabuk.

Ads

Awalnya Wellem yang hanya ditemani sopir pribadi itu mendatangi SD Inpres Kwamki Narama 1. Di tempat tersebut, dia berdialog dengan guru Albertus Dasem yang sudah mengajar di SD Inpres Kwamki Narama sejak tahun 2000. Dari laporan Dasem diperoleh keterangan SD Inpres Kwamki Naram kekurangan ruangan belajar. “Kami ada 14 rombongan belajar tapi ruangan hanya delapan, terpaksa kami masuk pagi dan siang,” ungkap Dasem.

Selanjutnya Wellem menuju SMP Negeri 9 yang terletak di bagian dalam Kwamki Narama. Didapati satu unit bangunan sudah hangus terbakar. Seorang warga sekitar saat ditanyai mengaku bangunan tersebut dibakar pemabuk beberapa waktu lalu.

“Kita lihat SMP Negeri 9 yang di pusat kota saja sudah begini. Saya lihat dalam ruangan tidak ada papan tulis, berarti tidak ada aktifitas KBM di sini,” tukas Wellem Naa.

Padahal, di halaman sekolah tersebut baru saja ditimbun yang diduga menghabiskan dana miliran rupiah. “Timbun dana mahal-mahal tapi KBM tidak jalan sama saja pemborosan,” tekannya.

Sekolah berikut yang dipantau yakni SD Negeri Jile Ale dimana aktifitas sekolah berlangsung seperti biasa.

Namun bersebelahan dengan sekolah tersebut yakni SMK Peternakan YPPGI Jile Ale semua gedung tampak hancur.

“Karena perang sekolah ini pindah ke Petrosea, sekarang masih kosong. Yang kami tahu ini dibangun pusat,” tutur seorang warga di lokasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Wellem meminta kepala sekolah yang membawahi sekolah-sekolah di Kwamki Narama agar bertanggungjawab dengan kondisi yang ada.

“Selama ini mereka makan gaji kerjanya apa? Gurunya kemana? Saya minta kepseknya bertanggungjawab yah. Semestinya kondisi begini lapor. Wajib lapor situasi lapangan bagaimana. Kalau kita lihat bangun luar biasa tapi fasilitas tidak dilengkapi, itu sama saja, tidak ada gunanya,” bebernya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *