BERITA UTAMAMIMIKA

Gelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi SPIP, Pj. Sekda Yumte: Kompetensi dan Kemampuan ASN Mimika Masih Lemah

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Gelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi SPIP, Pj. Sekda Yumte: Kompetensi dan Kemampuan ASN Mimika Masih Lemah

Share this article
7fbd836d 476c 46c5 aef9 9c11881a20c4
Pj. Sekda Mimika, Petrus Yumte berpose bersama pimpinan OPD usai pembukaan bimbingan tehnis dan sosialisasi SPIP. Foto: Febri

Timika, fajarpapua.com – Pemda Kabupaten Mimika menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi Tahun 2022 di Hotel Grand Tembaga, Senin (28/11).

Kegiatan tersebut sebagai implementasi PP 60 Tahun 2008 yang mengatur proses tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi.

Ads

Pj. Sekda Mimika Petrus Yumte saat membuka acara menegaskan dengan SPIP diharapkan seluruh kegiatan berjalan efektif dan efisien serta memiliki keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Ditegaskan penerapan dan penilaian SPIP ini tertuang dalam Peraturan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor 5 Tahun 2021 tentang penilaian Maturitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah terintegrasi pada kementrian Lembaga atau Pemerintah Daerah.

“Dari bahasanya saja Maturitas itu berarti matang. dalam artian mengikuti pembinaan, ini berarti kita berupaya bagaimana penyelenggaraan pemerintah itu terkendali secara terintegrasi sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh,” ujar Pj Sekda Yumte.

Pengawasan penerapan SPIP ini lanjutnya memiliki makna penting dalam penyusunan penyelenggaraan pelaksanaan pembangunan daerah.

Hal ini dimaksud agar dapat mendeteksi secara dini serta mengantisipasi terjadinya kesalahan maupun penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Pj. Sekda Yumte mengungkapkan sosialisasi ini hakikatnya adalah sejauh mana sesungguhnya upaya meningkatkan Maturitas yang juga akan berjalan seiring dengan peningkatan kinerja ASN dalam mencapai target secara maksimal.

Ditegaskan pula, kegiatan tersebut diselengarakan juga dengan maksud menambah pengetahuan dan penerapan SPIP secara lebih profesional.

“Sangat penting untuk mengimplementasikan apa-apa yang diperoleh dari sosialisasi hari ini. Sosialisasi bukan sekedar transfer knowledge, peraturan dan undang-undang tapi hilirnya adalah implementasi secara aplikatif ditempat kerja masing-masing,” katanya.

“Kelemahan kita selama ini hanya aktif melaksanakan dan mengikuti berbagai macam sosialisasi namun sangat jarang melakukan evaluasi atas pengimplementasiannya sehingga kebanyakan gagal karena hanya sekedar formalitas di kegiatan pemerintahan,” lanjutnya.

“Biasanya kalau evaluasi internal lebih melekat kedalam, dan biasanya yang didalam itu selalu di lupakan dan lebih dianggap enteng, dibandingkan dengan yang diluar atau eksternal,” imbuhnya.

Ditekankan pula, sosialisasi ini merupakan forum bagi kita untuk belajar SPIP secara langsung dengan ahlinya, sehingga peserta sosialisasi diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan dengan sebaik-baiknya dan dapat meningkatkan etos kerja serta semangat bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

“Kompetensi dan kemampuan karakter ASN kita masih terbilang lemah. namun jika sistemnya kuat, output yang dihasilkan juga akan bagus. inilah yang dimaksud terintegrasi” ujar Pj. Sekda Yumte.

Untuk itu diharapkan agar kedepan seluruh OPD dapat bekerja lebih solid sebagai tim, mengintegrasikan penerapan SPIP pada seluruh rencana program kerja secara berkelanjutan untuk memberikan keyakinan atas upaya pencapaian tujuan organisasi, terutama melalui pengelolaan keuangan, pengamanan asset negara serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *