BERITA UTAMAMIMIKA

Jangan Jadi Guru yang Membuat Siswa Malu dan Takut, 44 Mahasiswa Angkatan ke-III STKIP Hermon Timika Jalani Wisuda

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Jangan Jadi Guru yang Membuat Siswa Malu dan Takut, 44 Mahasiswa Angkatan ke-III STKIP Hermon Timika Jalani Wisuda

Share this article
IMG 20221222 WA0006
Suasana sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda angkatan ke III STKIP Hermon

Ads

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 44 orang lulusan Strata Satu (S1) Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Hermon Timika, Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah menjalani Wisuda angkatan ke III, di Hotel Cartenz Jalan Budi Utomo, Rabu (21/12). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua STKIP- Hermon Timika, Densemina Yunita Wabdaron, SPd, MPd dalam sidang Sidang Senat Terbuka.

Ke-44 wisudawan dengan gelar Sarjana Pendidikan (SPd) tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 10 orang, Program Studi (Prodi) Pendidikan Metematika sebanyak 13 orang dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani 21 orang.

Plt Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang dalam sambutannya mengatakan, dengan gelar yang diraih hari ini, para wisudawan memiliki kesempatan untuk dapat meniti karir dan menatap masa depan yang lebih baik

“Atas nama pemerintah Kabupaten Mimika mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang diwisuda hari ini,” kata Septinus.

Menurutnya, wisuda merupakan puncak dari proses akhir dari suatu siklus pendidikan yang mana menunjukkan bahwa STKIP Hermon Timika telah berhasil menyelenggarakan proses pendidikan dan mencetak SDM yang siap untuk diterjunkan membangun daerah ini.

“Keberhasilan ini patut disyukuri oleh semua pihak dengan harapan para wisudawan- wisudawati yang dikukuhkan pada hari ini dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan dalam mengisi pembangunan di negeri ini, khususnya di Kabupaten Mimika,” tuturnya.

Septinus mengungkapkan, acara wisuda yang merupakan refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, hendaknya tidak dijadikan semata-mata sebagai acara rutin yang sifatnya seremonial, tetapi lebih dari itu harus disikapi secara arif dan bijak untuk melakukan koreksi terhadap proses manajerial penyelenggaraan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian dari hasil yang telah dicapai.

“Di era global ini akan semakin kompleks, masyarakat akan semakin terbuka, tingkat kompetisi akan semakin tajam, tiada ruang dan waktu tanpa kompetisi. Situasi seperti ini yang sedang kita hadapi,” ujarnya.

Olehnya, tingkat kesadaran untuk terus belajar, menambah dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan harus melekat dalam diri semua orang.

Untuk itu, kepada saudara-saudari yang hari ini diwisuda, tantangan ke depan telah menunggu. Hendaknya tantangan itu tidak dijadikan suatu penghambat untuk lebih maju, namun jadikanlah sebagai suatu peluang untuk berkarya,” ungkapnya.

“Kita juga perlu sadar bahwa saat ini masyarakat dan dunia kerja semakin menuntut kualitas. Untuk itu peningkatan kualitas perlu dilakukan secara terus menerus, karena kualitas yang menentukan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan,” imbuhnya.

Untuk itu sebut Septinus, lembaga pendidikan tinggi di daerah ini harus mampu mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada standar kompetisi nasional dan internasional.

“Mari kita tingkatkan upaya-upaya pendidikan yang dapat mengangkat harkat dan martabat kita di masa depan melalui dunia pendidikan,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Yayasan STKIP-Hermon Timika, Yulian Solossa, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada wisudawan yang telah dikukuhkan dalam sidang senat.

“Momentum hari ini adalah hari yang dinantikan oleh kita semua khususnya bagi wisudawan wisudawati STKIP-Hermon-Timika. Hari ini menjadi catatan sejarah kehidupan bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan program sarjana,” kata Yulian.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah awal bagi para wisudawan untuk terus mengembangkan diri sekalipun tidak lagi berada didalam lingkungan kampus.

“Ujian sesungguhnya adalah ketika berada ditengah masyarakat untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diterima selama dibangku kuliah. Semoga ilmu yang telah didapat menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” kata Yulian.

Yulian juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh citivitas akademika STKIP- Hermon Timika yang telah mendidik, membimbing dan memberikan pengetahuan bagi para wisudawan.

“Kepada para orang tua-wali saya menyampaikan terimakasih banyak karena mempercayakan putra dan putrinya untuk menempuh pendidikan di STKIP Hermon Timika,” imbuhnya.

“Kepada Ketua LLDikti Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Terimakasih atas pembinaan dan pengawasan bagi insitusi kami selama ini, semoga dimasa yang akan datang pembinaan ini terus diberikan agar menjadikan institusi kami menjadi lebih berkualitas dan lebih berdaya saing” kata Yulian.

Kemudian Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel S Mofu, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan selamat kepada 44 wisudawan wisudawati yang telah diwisudakan.

Dirinya menegaskan bahwa STKIP- Hermon Timika merupakan perguruan tinggi resmi yang berada dibawa kendali dan koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, danTeknologi (Kemendikbudriste) Republik Indonesia.

“Oleh karena itu kualitas lulusannya dijamin oleh negara” kata Suriel.

Sebagai Kepala LLDikti Wilayah XIV Papua dan Papua Barat ia kembali menegaskan bahwa
STKIP Hermon Timika telah memenuhi standard nasional pendidikan tinggi.

“Oleh karena itu gelar kesarjanaan yang telah diberikan serta ijazah yang digunakan oleh STKIP Hermon Timika memiliki identitas ijazah nasional digunakan oleh para lulusannya untuk mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ditingkat akademik yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Suriel.

Kepada ke 44 wisudawan wisudawati dirinya berpesan agar menjadi tenaga pendidik yang dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

“Jadi guru jangan buat siswa menjadi takut atau malu. Buatlah pelajaran itu menjadi sesuatu yang memudahkan. Pesan saya kepada Serjana Pendidikan mari kita sinari pendidikan di tanah Papua ini dengan memberi tahu tentang apa yang anak anak belum tahu,”ujar Suriel.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *