BERITA UTAMAPAPUA

Kesaksian Seorang Pedagang yang Selamat dari Teror KKB, Puluhan Warga Tinggalkan Kota Oksibil Pegunungan Bintang

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
14
×

Kesaksian Seorang Pedagang yang Selamat dari Teror KKB, Puluhan Warga Tinggalkan Kota Oksibil Pegunungan Bintang

Share this article
IMG 20230113 WA0032
Warga meninggalkan Oksibil menuju Jayapura.

Jayapura, fajarpapua.com – Puluhan warga terpaksa meninggalkan daerah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang akibat teror penembakan dan pembakaran sejumlah fasilitas yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) daerah ini.

Warga yang meninggalkan Kota Oksibil ini terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak. Mereka meninggalkan Oksibil untuk menyelamatkan diri dari rentetan peristiwa kontak senjata yang dilakukan KKB di Oksibil sejak tanggal 7 Januari hingga Selasa 11 Januari 2023.

Ads

Aksi penembakan oleh KKB membuat masyarakat trauma. Sejak kemarin hingga hari ini ada puluhan warga yang akhirnya lebih memilih untuk menyelamatkan diri ke Jayapura dengan menggunakan pesawat milik TNI.

“Hari ini saya bersama suami dan anak-anak saya turun ke Jayapura untuk menyelamatkan diri dari penembakan KKB. Pada saat kejadian tanggal 7 Januari lalu saya di tempat lokasi kejadian dekat rumah saya, aparat ada kontak tembak dengan mereka,” ujar Erlina yang sehari-hari berjualan di Oksibil,” Jumat (13/1/2023).

Ia mengaku, saat terjadi kontak tembak dan pembakaran di Oksibil sebagian warga mulai menyelamatkan diri. Mereka mendengar suara tembakan saat aparat terlibat baku tembak dengan KKB.

“Mereka berlarian di belakang gereja saya pas saat itu di dalam. Saya trauma melihat kejadian itu, habis itu lari ke Polres Oksibil sampai kamis kemarin,” tuturnya.

Dikatakan Erlina, kontak tembak aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata berlangsung hampir selama satu minggu dari pagi sampai malam.

“Mulai tanggal 7 Januari itu sudah ada suara tembakan terdengar. Sehingga warga mengungsi ke Masjid, Polres, Koramil. Ekonomi disana lumpuh, kita tidak bekerja, tidak keluar rumah,” ungkap Siswadi suami Erlina.

Sebelumnya diberitakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (7/1) melakukan pembakaran terhadap sekolah SMA di Oksibil. Kemudian pada Selasa (11/1) KKB kembali melakukan aksinya dengan membakar Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pegunungan Bintang di Oksibil.

Kantor Disdukcapil yang berada di Kabiding Lokasi III Distrik Oksibil juga habis dibakar KKB. Pelaku pembakaran adalah KKB Kodap XXXV Bintang Timur dan saat terlihat api juga terdengar bunyi tembakan lima kali.

Anggota gabungan TNI-Polri kemudian berupaya mengamankan warga sipil yang berada di Oksibil Pegunungan Bintang.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *