BERITA UTAMAJayapura

Dituduh Penculik, Dua Penjual Kerupuk Asal Palembang Diamankan di Sarmi, Begini Hasil Pemeriksaan Polisi

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Dituduh Penculik, Dua Penjual Kerupuk Asal Palembang Diamankan di Sarmi, Begini Hasil Pemeriksaan Polisi

Share this article
9867ccfc bc9d 4e08 ae8b 06bb5445256b
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo

Jayapura, fajarpapua.com– Dua orang penjual kerupuk diamankan polisi usai dituduh sebagai penculik. Ternyata setelah diperiksa keduanya tidak terbukti. Namun sayangnya, informasi adanya penculikan sudah terlanjur menyebar ditengah warga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, Senin (6/2) mengatakan beberapa postingan di facebook ataupun group wa yang beredar terkait peristiwa penculikan anak si Sarmi bukanlah kejadian sebenarnya.

Ads

Ia menjelaskan kedua terduga pelaku penculikan anak yakni atas nama Yanedi (37) dan Fitria (29) merupakan penjual kerupuk yang akan menitipkan barang dagangannya di beberapa kios sepanjang jalan menuju Kabupaten Sarmi.

“Hal ini dapat kami pastikan setelah keduanya dimintai keterangan oleh Sat Reskrim Polres Sarmi sesaat mendengar informasi yang beredar tersebut,” ucap Kabid Humas, Senin (6/2).

Ia menerangkan, kejadian berawal pada hari Sabtu (4/2) sekitar pukul 09.00 WIT dari kedua terduga pelaku yang hendak mengendarai sebuah motor membawa dagangannya untuk dititipkan di kios-kios di sepanjang jalan menuju Kota Sarmi.

Lanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIT tepatnya di Kampung Wakde, motor yang dikendarai kedua terduga pelaku tersebut mogok sehingga mereka mendorongnya sembari menghubungi kenalan yang berada di Kota Sarmi untuk menjemput keduanya menggunakan mobil pick up agar dapat mengangkut motor tersebut.

“Setiba mereka di Kampung Holmafent, ada seorang (yang dikatakan sebagai korban penculikan) memberikan air mineral dan kemudian pergi. Tidak lama setelah itu, orang yang tadi hendak memberikan minuman tersebut kemudian datang kembali kepada kedua terduga dan mengatakan bahwa dirinya keracunan hingga muntah-muntah,” ungkapnya.

Masyarakat yang mendengar informasi tersebut kemudian berkumpul dan mengamankan kedua terduga pelaku beserta motor dan dagangannya lalu seorang yang mengaku mengalami keracunan tersebut dibawa ke Puskesmas Sarmi.

Kasat Reskrim Polres Sarmi AKP Fransiskus Taborat, yang menangani kasus tersebut menambahkan, personel kepolisian juga mengetahui informasi tersebut kemudian mengamankan kedua terduga pelaku untuk diperiksa di Mapolres Sarmi. Didapati keterangan bahwa keduanya merupakan warga Palembang yang baru beberapa bulan di Jayapura untuk bekerja sebagai Penjual Kerupuk atas tawaran seorang kenalannya.

“Kami juga telah melakukan penyelidikan terkait seorang yang dikatakan sebagai korban tersebut bukanlah seorang anak kecil melainkan orang dewasa dan menurut keterangan medis tidak ada tanda-tanda terjadinya keracunan,” pungkas Kasat Reskrim.

Oleh karena itu, Kasat Reskrim mengatakan informasi terkait penculikan anak yang beredar tersebut bukanlah informasi yang benar adanya atau merupakan informasi bohong yang dibuat oleh oknum masyarakat untuk membuat kegaduhan.

“Informasi yang beredar bukanlah kejadian sebenarnya dan dapat kami pastikan bahwa ini hanya merupakan kesalahpahaman setelah dilakukan penyelidikan dan menjadi sebuah pemberitaan yang heboh setelah diubah peristiwa sebenarnya menjadi sebuah informasi palsu,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam menanggapi informasi yang beredar di masyarakat baik dari mulut ke mulut ataupun melalui media sosial karena hal tersebut dapat meresahkan masyarakat dan merugikan orang lain.( hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *