BERITA UTAMAMIMIKA

Gunakan Standar Istana Negara, Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-78 PTFI Diatas Ketinggian 2000 MDPL Berjalan Khidmat

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
17
×

Gunakan Standar Istana Negara, Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-78 PTFI Diatas Ketinggian 2000 MDPL Berjalan Khidmat

Share this article
IMG 20230817 WA0184
Upacara pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan PTFI dalam rangka HUT RI ke 78 di Sporthall Tembagapura, Kamis (17/8).

Ads

Timika, fajarpapua.com – Menggunakan standar istana negara, upacara pengibaran bendera HUT RI ke-78 yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Sporthall Tembagapura diatas ketinggian 2000 MDPL berjalan khidmat.

Meskipun cuaca hujan gerimis dan berkabut, tidak mengurangi semangat para peserta upacara yang terdiri dari 40 regu dari seluruh departemen PTFI, TNI Polri, serta para tamu undangan yang hadir menyaksikan upacara tersebut.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Komandan Upacara Kapten Inf Sidik Sumantri. Kemudian Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) siswa-siswi SMP YPJ Tembagapura dan karyawan-karyawati PTFI.

Dalam amanatnya Tony Wenas menyampaikan peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu menjadi salah satu agenda utama PTFI setiap tahun, sejak 50 tahun silam, bahkan jauh sebelum saham PTFI dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah.

Pada tanggal 17 Agustus 1973, bertempat di halaman Recreation Hall Tembagapura, untuk pertama kalinya PTFI melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bahkan saat Covid-19 mengganas di tahun 2020, kita tetap melaksanakan upacara bendera HUT Kemerdekaan RI meskipun dengan jumlah peserta minimal,” tuturnya.

Menurut dia, pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Pemerintah mengusung tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Tema ini mengandung makna bahwa sebagai anak bangsa, kita semua harus bergerak bersama dalam harmoni untuk terus membangun Indonesia.

“Indonesia Maju adalah visi bersama sebagai bangsa, dan sebagai anak-anak bangsa di PTFI kita memiliki kesempatan untuk berkontribusi di dalamnya. Tidak hanya bagi keberlangsungan perusahaan, namun yang lebih besar lagi, bagi kemajuan tanah air tercinta Indonesia dan janganlah sia-siakan kesempatan ini”.

“HUT Kemerdekaan RI adalah momen kita merayakan persatuan dan keberagaman suku bangsa yang ada di dalam keluarga besar PTFI. HUT Kemerdekaan RI dirayakan di semua area kerja PTFI, baik di Tembagapura, Kuala Kencana, Jayapura, Jakarta, hingga Gresik,” tuturnya.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan, ia mengajak semua untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban demi Indonesia tercinta.

Ia juga mengajak kepada semua karyawan untuk mengenang jasa para pemimpin perusahaan yang telah mendahului yaitu Almarhum Bapak Ali Budiardjo dan Almarhum Bapak Armando Mahler juga mengenang 14 anggota keluarga besar PTFI yang gugur akibat aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di area kerja PTFI.

“Bertindak sebagai Inspektur Upacara saat itu adalah Almarhum Bapak Ali Budiardjo, Presiden Direktur pertama PT Freeport Indonesia. Dan sampai hari ini, selama puluhan tahun, peringatan Hari Kemerdekaan RI tetap kita laksanakan dengan penuh semangat,” tuturnya.

Dijelaskan dalam memeriahkan HUT RI ke 78, PTFI menggelar konser musik di tambang Grasberg, yang telah dicatat oleh Museum Rekor Indonesia sebagai konser musik di titik tertinggi di Indonesia. Pagelaran musik yang sama juga akan dilaksanakan pada malam ini di Ridge Camp.

Tidak hanya itu, tahun ini PTFI juga mencatatkan rekor di Guinness World Records untuk pembentangan bendera terbesar di dunia. Bendera Merah Putih itu kini terbentang megah di lereng tambang Grasberg, sebagai pernyataan kita kepada dunia, bahwa PTFI cinta Indonesia.

“Terima kasih kepada panitia HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lingkungan PTFI dan para petugas upacara. Terima kasih untuk upaya yang anda berikan, sehingga kita semua dapat memperingati HUT Kemerdekaan RI pada hari ini dengan baik. Kita bangga akan tanah air, dan kita bersyukur karena kita memiliki kesempatan untuk berkarya bagi bangsa dan negara, PTFI adalah salah satu aset bangsa yang luar biasa, yang dikelola oleh putra-putri terbaik Indonesia,” ungkapnya.

Usai upacara pengibaran bendera dilanjutkan dengan parade budaya dengan menampilkan tari-tarian dari beberapa daerah antara lain dari Toraja, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Utara, NTT, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Maluku Tenggara dan Sunda.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *