BERITA UTAMAMIMIKA

IPN Gelar Penamatan 32 Anak Papua Melalui Program Apprentice PTFI Angkatan 2023

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
94
×

IPN Gelar Penamatan 32 Anak Papua Melalui Program Apprentice PTFI Angkatan 2023

Share this article
IMG 20231208 WA0056
Berfoto bersama usai acara penamatan magang Program Apperntice PTFI tahun 2023.

Ads

Timika, fajarpapua.com – Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) menggelar penamatan terhadap 32 anak asli Papua peserta magang melalui program Apprentice PT Freeport Indonesia (PTFI) angkatan tahun 2023.

Kegiatan penamatan tersebut dilaksanakan di Swiss-bellin Hotel Timika, Jumat (8/12) yang dibuka secara langsung oleh Senior Vice President Community Development, PT Freeport Indonesia (PTFI) Nathan Kum mewakili manajemen.

Nathan Kum mengatakan, PTFI benar-benar berkomitmen untuk memberdayakan dan membentuk SDM asli Papua menjadi berkualitas dalam program-programnya. Sehingga pada program Apprentice sendiri 80 persen harus putra-putri Amungme Kamoro dan sisanya Papua lain yang memang berkualitas yang siap terjun di dunia kerja.

“Kita lihat komitmen-komitmen PTFI kepada anak-anak Amungme Kamoro dan kita lihat melalui program Apprentice hari ini 60 persen mereka yang ada. Kita lebih bangga lagi ada 30 persen perempuan,”katanya.

Menurutnya dalam program Apprentice tersebut PTFI sangat serius dalam menjadikan SDM Papua menjadi berkualitas. Hal tersebut tampak pada saat dilakukan seleksi dengan ketat dan banyak proses yang harus dilalui sehingga untuk tahun 2023 ini yang mendaftar 2393 lebih tetapi yang terpilih hanya 39 siswa. Sehingga benar-benar terpilih yang siap mengikuti magang tersebut.

“Ini sangat luar biasa proses seleksi yang lama mulai pendaftaran, psikotes, medical cek up dan banyak lagi. Tapi memang persyaratan-persyaratan itu harus dilalui dari 2394 pendaftar hanya 39 yang lolos,”tuturnya.

Sementara General Superintendent IPN Susan Kambuaya mengatakan 39 orang yang diterima dan yang lulus ada 32 peserta, hal tersebut dikarenakan dalam selama program berjalan ada lima peserta yang harus dikeluarkan karena melakukan pelanggaran.

“Kenapa kami harus keluarkan, karena kita juga ajarkan agar besok mereka ada ditempat kerja menikuti aturan-aturan. Jadi yang hari ini mereka yang lulus sudah teruji bisa menyelesaikan tahapan dari skil kerja maupun perilaku,”katanya.

Menurutnya para peserta tersebut digembleng selama 11 bulan. Kemudian dalam masa magang tersebut peserta mendapatkan uang saku bulanan, makan, medical asuransi, berobat, uang transport termasuk bonus Natal atau Lebaran.

“Selain itu kalau kerja praktek di high land disiapkan akomodasi oleh PTFI dan juga insentif, bahkan ada lulusan yang sudah diterima kerja di PTFI dan Kontraktor,”tuturnya.

Kemudian salah satu peserta program Kiran Warusio mengatakan, banyak sekali ilmu yang didapat selama magang dan sangat banyak pengalaman-pengalaman yang harus dipersiapkan dalam dunia kerja.

” Terima kasih PTFI kami banyak sekali dapat pelajaran dan pengalaman seperti manajemen waktu, cara berkomunikasi dan lain sebagainya. Untuk adik-adik tetap semangat, jangan lutus asa dan lebih banyak belajar lagi,”ungkapnya.(ron)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *