BERITA UTAMAMIMIKA

Penebangan Kayu Ilegal Juga Marak, Pemda Mimika Dinilai Tidak Mampu Selesaikan Persoalan, Perlu Libatkan Aparat

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
79
×

Penebangan Kayu Ilegal Juga Marak, Pemda Mimika Dinilai Tidak Mampu Selesaikan Persoalan, Perlu Libatkan Aparat

Share this article
3ae0c3d6 da5d 4810 9002 70a1f1089e1e
Tokoh Pemuda Kamoro Dr. Leonardus Tumuka

Timika, fajarpapua.com – Tokoh intelektual Kamoro Dr. Leonardus Tumuka menyayangkan aktivitas pendulang ilegal di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.

Ia mengatakan, selain pendulang liar ada juga aktivitas penebangan kayu ilegal di beberapa wilayah di Kabupaten Mimika.

ads

“Ini harus menjadi atensi bagi pemerintah kenapa pendulang ilegal masih bebas beroperasi. Dari informasi yang kami terima, ada juga penebangan kayu ilegal. Jelas ini sangat merugikan masyarakat sehingga perlu penertiban yang melibatkan aparat,” ujar Leo Tumuka saat dikonfirmasi fajarpapua.com, Selasa (2/4).

Dia mengatakan, pendulangan ilegal dan penebangan liar sangat merusak ekosistem dan situasi di kampung- kampung pesisir.

“Pemerintah segera ambil langkah untuk menghentikan adanya aktivitas-aktivitas ilegal di wilayah Kabupaten Mimika, jangan menunggu ada hal- hal yang tidak diinginkan terjadi baru mau bertindak,” ujarnya.

“Kalau memang pemerintah disini tidak bisa mengambil langkah biarkan pemerintah pusat yang mengambil langkah untuk menertibkan, jangan sampai ada pejabat atau oknum yang memanfaatkan alam untuk kepentingan pribadi dan merusak tatanan alam Papua ini,” ungkapnya

Leo mengatakan begitu banyak masalah yang tidak mampu diselesaikan pemerintah karena kurangnya komunikasi internal didalam lingkup pemerintahan itu sendiri.

“Harusnya para pejabat dilingkungan Pemerintah ini membangun komunikasi yang intens, karena selama ini seperti berjalan sendiri-sendiri, termasuk legislatif. Sehingga saya harap sekarang ada komunikasi yang dibangun antara pemerintah, legislatif, dan tokoh adat untuk bersinergi membangun Mimika lebih baik,” tutupnya. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *