Lewati ke konten utama

Pasukan TPNPB Serang Pos Militer Indonesia di Halaman Gereja GIDI Efesus Safe Pegunungan Bintang

RedaksiPenulis
16.09 WIT2 menit baca5 dibaca
787aa82c e0f8 4e9f 8eeb 2968e73514a9
787aa82c e0f8 4e9f 8eeb 2968e73514a9Foto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dibawah komando Panglima Kodap XXXV Bintang Timur,  Ananias Ati Mimin menyerang pos TNI di halaman Gereja GIDI Efesus Safe, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (27/5).

Dalam siaran pers ke-IV yang diterima fajarpapua.com, Rabu (28/5), Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan aksi tersebut berlangsung pada pukul 12.55 WIT. 

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menyebut penyerangan dilakukan sebagai bagian dari strategi perang terbuka yang dideklarasikan  Kodap XXXV terhadap militer Indonesia di wilayah Pegunungan Bintang.

"Seluruh kekuatan kami dikerahkan dalam serangan itu. Pos militer Indonesia yang berada di halaman gereja menjadi target utama dan berhasil dilumpuhkan total. Namun, jumlah korban dari pihak militer Indonesia belum dapat dipastikan," kata Sebby dalam keterangannya.

Disebutkan pula, aksi tembak-menembak berlangsung selama dua jam dan melibatkan sejumlah pimpinan pasukan TPNPB, antara lain Daus Dungky Mimin, Yospen Mimin, serta Alpon Mimin bersama personel batalion dan pos pertahanan TPNPB di wilayah tersebut.

Yospen Mimin menyampaikan selama enam bulan terakhir, sejak Desember 2024, militer Indonesia terus menjadikan gereja sebagai basis pertahanan serta melakukan operasi dari kampung ke kampung di Distrik Oksop. Ia menuding militer melakukan pembunuhan terhadap warga sipil, pencurian harta benda, dan hasil kebun milik warga.

Menyikapi situasi ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk membuka ruang perundingan internasional guna menyelesaikan konflik politik di Papua.

"Jika negara Indonesia terus menutup diri dan menghindari dialog politik, maka perang akan terus berlanjut bahkan hingga hari kiamat," tegas Sebby Sambom. (red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.