Lewati ke konten utama

Stok Terjaga, 35.000 Obat Biru Malaria Tiba di Mimika, Cukup Sampai Akhir Tahun

Redaksi FPPenulis
22.07 WIT2 menit baca12 dibaca
IMG-20250707-WA0023
IMG-20250707-WA0023Foto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akhirnya bisa menghela napas lega setelah 35.000 tablet obat jenis DHC atau Obat Biru tiba di Timika. Ribuan butir obat itu dikirim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Dinkes Provinsi Papua Tengah pada akhir Juni 2025.

Kepala Dinkes, Reynold Ubra mengatakan stok obat biru ini mencukupi kebutuhan pengobatan malaria di wilayah Mimika hingga Desember 2025.

"Untuk saat ini stok obat biru yang kami terima sekitar 35.000 tablet. Jumlah ini cukup untuk melayani pasien hingga akhir tahun. Kami juga sudah mendapat konfirmasi akan ada pengiriman tambahan satu kali lagi," jelas Reynold, Senin (7/7).

Ia juga meluruskan persepsi masyarakat terkait perbedaan bentuk obat. Reynold menekankan meskipun terdapat perbedaan fisik dan dosis antara Obat Biru (DHC Frimal) dan Obat Putih (Primakuin), kedua jenis obat tersebut memiliki efektivitas yang sama tinggi dalam membasmi parasit malaria.

Lebih lanjut, Reynold mengingatkan masyarakat tentang dua faktor kunci penyebab kambuhnya malaria yang sering luput akibat ketidakpatuhan minum obat

"Jika pasien tidak menghabiskan obat sesuai anjuran, parasit malaria bisa bertahan hidup. Saat nyamuk menggigit pasien ini, parasit bisa menyebar ke orang lain," ujarnya.

Selain itu lingkungan tidak bersih juga menjadi tempat perindukan nyamuk Anopheles penyebab malaria seringkali adalah genangan air kotor di sekitar pemukiman.

Oleh karena itu, sebagai upaya pengendalian malaria, menurut Reynold, harus bersifat menyeluruh.

"Dua kunci utamanya adalah disiplin minum obat sampai tuntas dan menjaga kebersihan lingkungan. Pengurangan kasus malaria sangat bergantung pada kesadaran setiap individu dan kolektif masyarakat. Minum obat harus tuntas, dan lingkungan harus bebas dari genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk," pungkasnya.

Pasokan obat yang memadai dan imbauan ini diharapkan menjadi senjata ampuh Kabupaten Mimika dalam memerangi malaria menuju akhir tahun 2025. (moa)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.