Lewati ke konten utama

Diduga Ada Penimbunan BBM Bersubsidi di Nawaripi, Warga Minta Polisi Usut Modus Antrian Berulang di SPBU

Redaksi FPPenulis
14.59 WIT2 menit baca11 dibaca
IMG-20250725-WA0006
IMG-20250725-WA0006Foto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diduga terjadi di wilayah Nawaripi, Kabupaten Mimika. Sejumlah warga menduga kuat adanya jaringan yang memanfaatkan kendaraan bermodifikasi untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar dari SPBU, lalu menjualnya kembali ke para pengusaha atau kontraktor.

“Bukan cuma solar, tapi Petralite juga mereka ambil. Mereka antre di SPBU berulang-ulang, ada yang pakai mobil yang sudah dimodifikasi tangkinya atau pakai truk dan sedot langsung dari dalam,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (23/7).

Modus seperti ini menurut sumber, dilakukan berulang kali dalam sehari. Setelah BBM terkumpul, dijual kembali ke pihak-pihak tertentu yang diduga menjadi penadah.

“Mereka jual ke pengusaha atau kontraktor, jadi semacam bisnis. Keuntungan besar, tapi masyarakat kecil susah dapat BBM karena cepat habis,” sambungnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan, serta mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut praktik ini dan menindak tegas pelakunya.

“Kalau bisa Disperindag juga kembali turun jaga di SPBU. Jangan sampai ada permainan dengan oknum petugas SPBU sendiri,” tegasnya.

Keresahan masyarakat terus menguat, mengingat antrean panjang di SPBU semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi belum menerima laporan terkait dugaan kecurangan penimbunan BBM bersubsidi.

"Belum ada laporan nanti kami cek,"katanya melalui pesan singkat.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.