Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.
Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.
Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).
Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.
Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.
KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.
Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.
Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.
“Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.
Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.
“KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.
Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)


Bagusnya semua, kesatuan bersenjata indo…ke sana saja, dlm waktu 2_4 hari saja…
Baru lihat hasil,