Asahan, fajarpapua.com – Suasana duka menyelimuti Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung tiba di rumah duka, Sabtu (3/1/2026).
Anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh yang gugur saat sedang mengikuti Satuan tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan RI-PNG di Papua itu dimakamkan secara militer di pemakaman umum yang tak jauh dari kediaman orang tuanya.
Isak tangis dan jeritan pilu tak terbendung dari keluarga dan kerabat, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sempat pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian almarhum.
Puluhan prajurit TNI AD mengiringi jenazah dari rumah duka menuju lokasi pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer dengan rangkaian prosesi lengkap. Tembakan salvo penghormatan menggema sesaat sebelum peti jenazah dimasukkan ke liang lahat, menambah suasana haru yang menyelimuti prosesi.
Bertindak sebagai Komandan Upacara, Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera, yang merupakan satuan tempat almarhum bertugas.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Dimar juga menyerahkan karangan bunga serta menyampaikan belasungkawa dan penghormatan langsung kepada kedua orang tua dan keluarga besar Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.
Ayah almarhum, Zakaria Marpaung, terlihat terpukul atas kepergian putra tercintanya. Hingga akhir prosesi pemakaman, kesedihan mendalam masih tampak dari raut wajah keluarga.
“Kami sudah ikhlaskan. Semoga anak kami mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya,” ujar Zakaria dengan suara lirih.
Sementara itu, TNI Angkatan Darat melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pimpinan TNI AD.
“Pertama-tama, TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” kata Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya di Jakarta.
Donny menjelaskan, sejak awal kejadian TNI AD telah mengambil langkah cepat dan tegas dengan mengamankan oknum prajurit yang diduga terlibat serta melakukan investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait.
“Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan,” ujarnya.
Ia menegaskan, TNI AD tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit.
“Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Donny.
Selain proses hukum, TNI AD juga memberikan perhatian kepada keluarga almarhum serta melakukan pembinaan terhadap prajurit di satuan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab demi keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta menjaga kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” tutupnya.
Berdasarkan kronologis yang diterima, peristiwa bermula pada Rabu (31/12/2025) pukul 09.00 WIT saat Pratu Farkhan melaksanakan kegiatan korve bersama anggota TK Sanepa.
Sekitar pukul 13.30 WIT, almarhum mengeluhkan kondisi tubuhnya yang menggigil dan sakit.
Dalam rentang waktu tersebut, diduga terjadi tindakan kekerasan yang kemudian menyebabkan kondisi almarhum memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.15 WIT, meski telah dilakukan upaya pertolongan medis oleh tim kesehatan di lokasi.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara tuntas penyebab pasti meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. (red)













