Lewati ke konten utama

6 Anggota OPM Resmi Nyatakan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.29 WIT2 menit baca0 dibaca
Mantan anggota OPM yang memutuskan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi
Mantan anggota OPM yang memutuskan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwiFoto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com — Satgas Koops TNI Habema kembali mencatat keberhasilan dalam pendekatan humanis dan pembinaan teritorial di wilayah Papua Tengah. Dalam dua hari berturut-turut, sebanyak lima simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kesadaran untuk mengakhiri konflik bersenjata serta mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Prosesi pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026). Lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS dan MS, yang berlatar belakang pelajar, pengemudi ojek hingga pekerja mandiri, secara sadar memutuskan kembali menjadi bagian dari NKRI.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, kelimanya mengikuti proses komunikasi dan dialog persuasif setelah terindikasi melakukan interaksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.

Sementara itu, di Kabupaten Puncak, langkah serupa dilakukan Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla.

Erison yang disebut berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019, secara resmi mengucapkan ikrar kesetiaan kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Senin (7/9/2026).

Suasana haru mewarnai prosesi tersebut. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas perlakuan humanis TNI sekaligus memohon dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.

Rangkaian prosesi ikrar setia di kedua daerah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat setempat.

Sebagai simbol meninggalkan masa lalu dan memulai kehidupan sebagai warga negara, para mantan simpatisan dan anggota OPM mengenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih dan mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, Koops TNI Habema mengapresiasi keberanian para warga yang memilih jalan damai.

Menurutnya, pintu persaudaraan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin meninggalkan kelompok bersenjata dan kembali hidup bersama masyarakat.

"TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan komunikasi sosial dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Papua, sekaligus memastikan pengawalan terhadap proses pemulihan sosial para mantan anggota OPM di tengah lingkungan masyarakat," ujarnya.

"Keberhasilan ini mempertegas bahwa efektivitas strategi pendekatan teritorial dan dialog terbuka mampu meluluhkan dinamika keamanan di wilayah konflik," tuturnya.

TNI juga mengimbau anggota kelompok bersenjata yang masih berada di dalam hutan agar segera kembali menyatu bersama masyarakat dan bersama-sama membangun Papua.

Hingga saat ini, situasi keamanan di Distrik Sugapa maupun Distrik Beoga dilaporkan aman dan kondusif. (ron)