Lewati ke konten utama

Bocah Asal Mimika Terlantar di Bandara Juanda, Ditemukan Warga NTT, Diselamatkan Relawan Mimika Respon Cepat

Redaksi Fajar PapuaPenulis
Redaksi Fajar PapuaEditor
13.44 WITTrending15.892 dibaca
Mianus Kobogau (9), bocah asal Mimika yang terlantar di Bandara Juanda Surabaya.
Mianus Kobogau (9), bocah asal Mimika yang terlantar di Bandara Juanda Surabaya.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kisah memprihatinkan dialami Mianus Kobogau (9), bocah asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu dilaporkan terlantar di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, setelah ditinggalkan oleh pamannya yang membawanya dari Mimika.

Komandan Relawan Mimika Respon Cepat, Arie Agung Perdana mengungkapkan informasi tersebut diterima dari para guru SD Negeri 2 SP 2 yang saat itu sedang melapor ke Polres Mimika, Selasa (18/8).

Menurut Arie, Mianus dibawa ke Surabaya oleh pamannya. Namun, setibanya di Bandara Juanda, sang paman meninggalkan Mianus seorang diri.

Dalam kondisi tersebut, tas milik Mianus yang berisi identitas diri, uang saku dan sejumlah barang miliknya juga dilaporkan hilang.

"Anak ini sempat terlantar di Bandara Juanda selama kurang lebih 2 hari. Syukurnya, dia ditemukan oleh warga asal Nusa Tenggara Timur. Di dalam tas sekolahnya terdapat nomor telepon wali kelas sehingga mereka bisa menghubungi pihak sekolah di Mimika," ujar Arie.

Setelah menerima kabar tersebut, pihak sekolah bersama orang tua Mianus berupaya mencari bantuan ke sejumlah instansi, mulai dari kepolisian hingga Dinas Pendidikan.

Namun, keterbatasan biaya untuk menjemput dan memulangkan Mianus menjadi kendala utama.

Mendapat laporan tersebut, Relawan Mimika Respon Cepat kemudian bergerak cepat tanpa menunggu proses yang panjang. Atas dasar kemanusiaan, tim langsung melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan dan pendampingan terhadap Mianus.

"Kami mengambil langkah cepat. Kebetulan ada personel kami yang akan menuju Nusa Tenggara Timur dan sebagian relawan sudah berada di sana. Satu anggota kami tertahan di Surabaya karena kehabisan tiket, sehingga saat ini Mianus berada dalam pendampingan relawan kami sambil menunggu proses pemulangannya," jelasnya.

Arie mengatakan, pihaknya kini mengupayakan biaya perjalanan agar Mianus dapat segera dipulangkan ke Mimika dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

Arie juga mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk membantu meringankan biaya pembelian tiket pesawat bagi Mianus.

"Siapa pun yang ingin membantu, sekecil apa pun nilainya, sangat berarti. Harapan kami anak ini bisa secepatnya pulang ke Mimika dengan selamat dan kembali melanjutkan pendidikan," katanya.

Relawan Mimika Respon Cepat memastikan akan terus mendampingi Mianus hingga seluruh proses pemulangan selesai.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak, terutama ketika melakukan perjalanan jauh. Pendampingan dan pengawasan orang dewasa sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (moa)