Lewati ke konten utama

Pernyataannya Dikecam, Kelompok KKB Kali Kopi Timika Minta Sebby Sambom Segera Klarifikasi Penyebutan KODAP 37

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.08 WIT3 menit baca0 dibaca
Kelompok KKB Kodap III Kali Kopi Timika saat membacakan surat pernyataan kepada Sebby Sambom
Kelompok KKB Kodap III Kali Kopi Timika saat membacakan surat pernyataan kepada Sebby SambomFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Sekelompok pejuang Papua merdeka di area Kali Kopi yang mengklaim diri sebagai anggota Markas Besar Daerah Komando Militer (Makodam) III Kali Kopi Timika mengeluarkan peringatan keras sekaligus meminta klarifikasi kepada Sebby Sambom terkait penyebutan Makodam III Kali Kopi sebagai “KODAP 37 baru”.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers tertanggal 15 September 2026 yang ditujukan kepada Sebby Sambom selaku Jubir TPNPB.

Dalam surat itu, Makodam III Kali Kopi mempertanyakan dasar penetapan wilayahnya sebagai KODAP 37 dengan alasan nama Makodam III Kali Kopi Timika belum tercatat dalam dokumen yang dimiliki Sebby Sambom.

Mereka meminta Sebby memberikan penjelasan secara terperinci mengenai dasar penilaian dan proses verifikasi yang digunakan hingga muncul penyebutan tersebut.

Selain itu, Makodam III Kali Kopi juga mempersoalkan penempatan wilayah mereka ke dalam struktur KODAP 08.

“Kami minta bukti dokumen resmi dan penjelasan yang meyakinkan mengenai penempatan struktur ini, agar seluruh pihak dapat mengetahui kebenarannya,” demikian isi surat pernyataan yang ditandatangani pimpinan Anis Beanal, Rabu (16/9).

Dalam surat yang sama, pihak Makodam III Kali Kopi meminta agar informasi mengenai struktur 36 KODAP yang beredar di media sosial disampaikan secara utuh dan akurat serta sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mereka menilai informasi yang tidak jelas berpotensi menimbulkan keraguan dan kerancuan di kalangan anggota organisasi maupun masyarakat.

Makodam III Kali Kopi juga mempertanyakan kedudukan dan kewenangan Sebby Sambom dalam struktur organisasi. Mereka meminta Sebby menjelaskan apakah dirinya hanya bertindak sebagai juru bicara atau memiliki kedudukan lain dalam struktur organisasi, termasuk dalam penggunaan istilah Makodam, Makodap maupun KODAP.

“Perjuangan Bangsa Papua bukanlah hal yang dapat diatur secara sepihak,” demikian pernyataan dalam surat tersebut.

Dalam siaran pers tersebut, Makodam III Kali Kopi juga mencantumkan sejumlah nama yang disebut sebagai pendiri dan tokoh pertahanan markas tersebut sejak 1961 hingga 2026. Nama-nama yang dicantumkan antara lain Jenderal Jeck Melyan Kemong, Jenderal Goliat Tabuni, Jenderal Lekagak Talengen, Jenderal Titus Tamore, Jenderal Elmi Silas Kogoya, Jenderal Jhon Kelly Kwalik, Jenderal Yogi, Jenderal Daud Lokbere, Jenderal Titus Murib dan Jenderal Anis Beanal.

Pihak Makodam III Kali Kopi menyatakan seluruh panglima daerah, panglima tinggi, perwira tinggi, perwira menengah serta staf ahli di wilayah tersebut merupakan bagian dari struktur yang mereka sebut sebagai didikan langsung Makodam III Kali Kopi.

Mereka juga menyebut wilayah tersebut sebagai “Kota Pahlawan dan Pusat Pertahanan” serta meminta agar penyebutan yang dinilai tidak tepat dihentikan.

Dalam tuntutannya, Makodam III Kali Kopi meminta Sebby Sambom memberikan jawaban tertulis dan klarifikasi resmi melalui media video serta dilakukan mediasi ulang. Surat tersebut ditandatangani Komandan Batalyon I Paska Amoko dan diketahui Jenderal Anis Beanal.(red)