Lewati ke konten utama

Lawan Tukang Sebar Berita Hoaks, Anggota BMP RI Papua Diberikan Pemahaman Jurnalistik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
Redaksi Fajar PapuaEditor
18.58 WIT3 menit baca196 dibaca
BMP Papua bersama Jurnalistik saat mengikuti pelatihan
BMP Papua bersama Jurnalistik saat mengikuti pelatihanFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Puluhan anggota DPD Barisan Merah Putih (BMP) RI Papua bersama perwakilan media, organisasi kemahasiswaan (OKP), dan organisasi masyarakat mengikuti pelatihan jurnalistik di Hotel Grand Abe, Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan dalam memproduksi informasi yang akurat sekaligus mencegah penyebaran berita hoaks di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial.

Wakil Ketua DPD BMP RI Papua, Paul Ohee, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengonsumsi dan menyebarkan informasi secara bertanggung jawab.

“Kami Barisan Merah Putih Provinsi Papua sangat senang bisa bersama-sama jurnalis ikut membuat pelatihan ini, baik kepada teman-teman dari media maupun adik-adik, saudara, bapak dan ibu dari non-pers,” kata Paul.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami jurnalistik agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Melalui pelatihan ini, BMP bisa bersama-sama belajar tentang jurnalistik, mengetahui bagaimana mengonsumsi informasi publik dengan lebih baik dan tidak mudah termakan hoaks,” ujarnya.

Paul berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbangunnya kolaborasi antara BMP RI Papua dan lembaga pers, termasuk dalam membina calon-calon wartawan baru di Jayapura maupun wilayah lainnya.

“Kita harap lewat pelatihan ini menjadi permulaan bagi adik-adik BMP untuk bisa belajar menjadi wartawan ke depan. Bisa ada kesempatan magang mungkin satu, dua atau tiga bulan di salah satu media dan juga praktik,” tuturnya.

Ia menambahkan, melalui pengalaman tersebut peserta dapat mengenal pekerjaan wartawan, mulai dari mencari informasi, melakukan verifikasi hingga menyajikan berita yang kredibel dan dapat dipercaya masyarakat.

Paul mengatakan pelatihan serupa akan diupayakan berlangsung secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, khususnya mahasiswa.

“Kegiatan pelatihan ini nanti bisa dilakukan secara kontinu. Mungkin hari ini kita buat ini, saya berharap ke depan kita dengan teman-teman dan para narasumber yang sudah ada dapat membuat lagi dengan melibatkan mahasiswa,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Redaksi Kabar Papua, Cunding Levi, menyampaikan materi mengenai teknik wawancara dan komunikasi dengan media.

Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah Papua, Dr. Nahria, membawakan materi tentang etika, verifikasi dan hoaks di era digital.

Kepala Biro LKBN ANTARA Papua, Dian Kandipi, menyampaikan materi bertajuk “Dari Informasi Menjadi Berita”.

Dian mengatakan, jurnalis maupun masyarakat harus mampu memilah informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.

“Berita harus akurat, relevan dan dapat dipercaya. Tidak semua informasi layak menjadi berita. Proses penyaringan adalah kunci,” kata Dian.

Ia menjelaskan, berita merupakan informasi yang telah dipilih, diverifikasi dan disajikan berdasarkan nilai berita serta kepentingan publik.

Karena itu, menurut Dian, setiap informasi yang diterima tidak serta-merta dapat dijadikan berita. Informasi harus melalui proses pemeriksaan dan penyaringan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat, relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. (hsb)