JAYAPURA, fajarpapua.com – Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) didorong tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, kedisiplinan dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., M.TSol., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (FEB Uncen) periode 2026-2027.
Kegiatan berlangsung di Aula Utama FEB Uncen, Waena, Kota Jayapura, Kamis (10/9/2026). Marthen membawakan materi bertema “Pemimpin dan Karakter Pemimpin” sekaligus mengajak mahasiswa mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin sejak berada di bangku kuliah.
Menurut Marthen, kemampuan akademik merupakan modal penting, namun belum cukup untuk membentuk seorang pemimpin. Kemampuan tersebut harus dibarengi karakter kuat, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemampuan berkomunikasi.
“Mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab. Kemampuan akademik penting, tetapi harus diimbangi dengan kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Papua,” ujar Marthen.
BEM: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Perubahan Zaman
Ketua BEM FEB Uncen periode 2026-2027, Yomis Yikwa, mengatakan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya generasi muda yang akan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Menurut Yomis, mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik. Perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut mahasiswa memiliki kemampuan memimpin, berorganisasi, berkomunikasi serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
“Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa sebagai bagian penting dari generasi muda yang akan berperan dalam pembangunan Papua. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan di tengah perubahan zaman,” kata Yomis.
Dalam kesempatan tersebut, Marthen Medlama juga menunjukkan dukungannya terhadap kegiatan mahasiswa dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk mendukung pelaksanaan LDKM BEM FEB Uncen.
BEM FEB Uncen mengapresiasi dukungan tersebut. Bantuan itu dinilai bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga bentuk perhatian terhadap proses pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Bekali Mahasiswa dengan AI hingga Public Speaking
LDKM BEM FEB Uncen tidak hanya membahas kepemimpinan. Sejumlah materi lainnya diberikan untuk memperluas wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan zaman.
Thonce Solossa, S.ST.Par., M.M., Kasubid Pengelolaan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kota Jayapura, membawakan materi “Artificial Intelligence untuk Produktivitas Mahasiswa dan Organisasi.”
Sementara akademisi Kurniawan Patma, S.E., M.Ak., memberikan materi “Komunikasi Efektif dan Public Speaking sebagai Kompetensi Pemimpin Masa Depan.”
Rangkaian materi tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
BEM FEB Uncen berharap LDKM menjadi ruang pembentukan generasi muda yang mampu memimpin dengan karakter, berkomunikasi secara efektif, memanfaatkan teknologi secara produktif serta memiliki integritas dalam menjalankan tanggung jawab.
Kepemimpinan yang dibangun sejak lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengelola organisasi, tetapi berkembang menjadi komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan masa depan Papua.














