Lewati ke konten utama

Dinkes Kabupaten Jayapura Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Lewat Tim Jangkar Sehat

Redaksi Fajar PapuaPenulis
16.09 WIT2 menit baca5 dibaca
Tim Jangkar Sehat saat diberangkatkan menuju Distrik Airu dan Kampung Pagai, Kabupaten Jayapura.
Tim Jangkar Sehat saat diberangkatkan menuju Distrik Airu dan Kampung Pagai, Kabupaten Jayapura.Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan hingga ke wilayah terpencil.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan Tim Jangkar Sehat (Jangkauan Kampung Terpadu) yang bertolak menuju Distrik Airu dan Kampung Pagai, Kabupaten Jayapura, untuk memberikan pelayanan lintas sektor secara langsung kepada masyarakat.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi Kurniawan mengatakan, tim terpadu yang diterjunkan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi strategis.

“Formasi tim yang berangkat meliputi tenaga medis dokter spesialis anak serta dokter gigi untuk menangani kasus-kasus spesifik secara langsung di lapangan,” ujar Adi, Minggu (13/9/2026).

Selain dokter spesialis, Dinkes Kabupaten Jayapura juga menurunkan tenaga kesehatan pendukung, seperti perawat, bidan dan tenaga promosi kesehatan untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melayani administrasi kependudukan secara langsung di lokasi. Sementara Dinas Sosial melakukan pemutakhiran serta validasi data sosial masyarakat.

“Tujuan utama pergerakan Tim Jangkar Sehat ini adalah memberikan akses pelayanan kesehatan tingkat lanjut, khususnya spesialis anak dan gigi, yang selama ini sulit dijangkau masyarakat Distrik Airu karena faktor geografis,” katanya.

Di sisi lain, tim Disdukcapil akan melakukan pendataan dan perekaman administrasi kependudukan (Adminduk). Pada saat bersamaan, tim Dinas Sosial melakukan pengambilan dan validasi data sosial kemasyarakatan.

Menurut drg. Adi, program inovasi Jangkar Sehat diharapkan menjadi solusi integratif bagi masyarakat di kampung-kampung terpencil.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan, tetapi juga dapat melengkapi serta memperbarui dokumen kependudukan dan data sosial mereka.

Lanjut Adi, pendataan penduduk dan data sosial yang dilakukan petugas nantinya akan memberikan kepastian dalam penjaminan kesehatan masyarakat.

Dengan data yang valid, warga kurang mampu di Distrik Airu dan Kampung Pagai diharapkan lebih mudah mendapatkan akses rujukan medis, baik yang ditanggung melalui jaminan BPJS Kesehatan maupun skema jaminan komplementer dari dana Otonomi Khusus (Otsus). (hsb)