Lewati ke konten utama

Pesawat Garuda dan Batik Air Terlambat di Bandara Sentani Akibat Dampak Abu Vulkanik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
22.11 WIT2 menit baca158 dibaca
Tampak suasana penumpang di Bandara Internasional Sentani
Tampak suasana penumpang di Bandara Internasional SentaniFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Dua penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta menuju Bandara Internasional Sentani, Jayapura, terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).

Dua penerbangan tersebut masing-masing dioperasikan Garuda Indonesia dan Batik Air. Gangguan penerbangan ini telah berlangsung selama dua hari akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Aktivitas penerbangan di Bandara Sentani dipastikan tetap berjalan normal untuk wilayah lainnya. Namun, untuk rute Jakarta, penerbangan Garuda Indonesia dan Batik Air mengalami gangguan. Dua penerbangan ini merupakan penerbangan langsung (direct) Jakarta-Jayapura maupun Jayapura-Jakarta,” ujar Noer Rohim saat ditemui di Terminal Bandara Sentani, Selasa (8/9/2026).

Noer Rohim menjelaskan, pada Minggu hingga Senin (6–7/9), sempat terjadi pembatalan penerbangan dari Bandara Sentani menuju Jakarta. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 1.490 penumpang tidak dapat terbang secara langsung ke Jakarta.

Sebagian penumpang kemudian dialihkan melalui sejumlah rute transit, seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Jakarta.

Menurutnya, kondisi Bandara Soekarno-Hatta saat ini mulai membaik setelah kembali dibuka pada Selasa dini hari.

“Penerbangan Batik Air dan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Sentani sudah dapat beroperasi kembali, meski sempat mengalami sedikit penundaan akibat antrean keberangkatan di Cengkareng,” katanya.

Noer Rohim menambahkan, dua pesawat Garuda Indonesia yang sempat tertahan di Bandara Sentani sejak Minggu hingga Senin telah diberangkatkan kembali menuju Jakarta pada Selasa pagi.

“Keberangkatan dilakukan masing-masing pada pukul 07.00 WIT dan 09.00 WIT,” bebernya.

Sementara itu, penerbangan reguler Batik Air dan Garuda Indonesia dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sentani pada Selasa siang.

Pihak pengelola Bandara Sentani memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang di area terminal. Penumpang yang mengalami penundaan penerbangan telah melakukan proses check-in dan menunggu di ruang tunggu.

Noer Rohim mengatakan, pihak bandara juga memberikan kompensasi berupa makanan ringan kepada penumpang yang terdampak penundaan penerbangan sejak Minggu dan Senin.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa, pengelola Bandara Sentani terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui koordinasi dengan BMKG dan pemerintah pusat.

Bandara Sentani juga siap menerapkan prosedur penanganan keadaan darurat sesuai dengan dokumen Airport Disaster Management Plan (ADMP).

Sementara itu, salah seorang penumpang Garuda Indonesia, Wijayanti, mengaku penerbangannya dari Jayapura menuju Jakarta yang seharusnya berangkat pukul 09.15 WIT mengalami penundaan dan dijadwalkan kembali berangkat pada siang hari.

“Perubahan jadwal penerbangan Garuda ini mengalami keterlambatan karena pesawat terlambat terbang dari Jakarta sehingga tiba di Jayapura siang. Kami sudah diinformasikan pihak penerbangan kalau penerbangan ke Jakarta dari Jayapura mengalami keterlambatan. Kami pun datang sesuai dengan jadwal,” ungkapnya.(hsb)