Timika, fajarpapua.com — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menurunkan tim dari Polda Papua Tengah untuk membantu penyelidikan kebakaran maut yang melanda Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Senin (7/9) dini hari.
Kebakaran tersebut menewaskan 11 orang dan menghanguskan puluhan bangunan.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan, Kapolda memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai untuk membantu Polres Paniai mengungkap penyebab kebakaran.
“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” kata Henry kepada wartawan.
Selain kedua pejabat utama tersebut, lima perwira berpangkat Pama dan Pamen serta anggota Reskrim Polda Papua Tengah turut dikirim ke lokasi untuk membantu proses penyelidikan.
Henry mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, sebanyak 49 unit bangunan yang terdiri atas kios dan rumah hangus terbakar. Kebakaran tersebut juga menyebabkan 148 orang kehilangan tempat tinggal.
“Dari olah tempat kejadian perkara sementara, tercatat 49 unit bangunan—kios dan rumah—hangus terbakar, dan 148 orang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.
Sementara itu, korban jiwa dalam peristiwa tersebut berjumlah 11 orang, terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.
Korban meninggal dunia akibat luka bakar masing-masing Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), istri Hasyim, dan Herlina (30), istri Wandi.
Sedangkan enam korban anak-anak yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5), ketiganya anak Wandi. Kemudian Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2), ketiganya anak Hasyim.
“Saat ini seluruh korban jiwa disemayamkan di RSUD Paniai. Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu izin dari pihak keluarga,” jelas Henry.
Untuk 148 warga yang kehilangan tempat tinggal, kepolisian telah mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur. Namun, sebagian besar warga memilih mengungsi sementara di rumah keluarga masing-masing.
Henry menegaskan, polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Untuk mendukung proses penyelidikan, kepolisian akan mendatangkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor).
“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Upaya yang kami lakukan antara lain mendatangkan tim DVI dan Labfor dari Pusdokes Polda Papua untuk membantu penyelidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” ujar Henry.
Henry juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.(ron)














