Lewati ke konten utama

Komandan Kodaeral XI Merauke Kunjungi Timika, Tinjau Lahan 2,5 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.13 WIT2 menit baca66 dibaca
Dankodaeral XI Merauke, Laksda TNI Joko Andriyanto saat melakukan peninjauan dan penanaman kedelai di lahan Lanal Timika, Senin (7/9).
Dankodaeral XI Merauke, Laksda TNI Joko Andriyanto saat melakukan peninjauan dan penanaman kedelai di lahan Lanal Timika, Senin (7/9).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XI Merauke, Laksda TNI Joko Andriyanto, melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika, Senin (7/9).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Dankodaeral XI untuk melihat secara langsung kondisi satuan sekaligus meninjau sejumlah program strategis TNI Angkatan Laut di wilayah Timika.

Dankodaeral XI didampingi istrinya, Ny. Saraswati Joko Andriyanto, tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan disambut Komandan Lanal (Danlanal) Timika, Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, bersama jajaran pejabat utama Lanal Timika.

Setibanya di Mako Lanal Timika, Dankodaeral XI beserta istri disambut secara adat melalui tarian tradisional, pengalungan noken serta pemasangan mahkota burung Cenderawasih sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan khas masyarakat Papua.

Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan foto bersama personel Lanal Timika di depan Mako Lanal Timika sebelum melaksanakan sejumlah agenda kunjungan.

Salah satu agenda utama yakni meninjau lahan ketahanan pangan Lanal Timika yang berada di kawasan rumah dinas Lanal Timika Frans Kaisiepo, Distrik Kwamki Narama.

Lahan seluas sekitar 2,5 hektare tersebut disiapkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan pemanfaatan lahan yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan program yang dikembangkan TNI Angkatan Laut.

Dari sembilan komoditas ketahanan pangan yang dikembangkan, salah satunya adalah kacang kedelai. Tanaman tersebut dinilai cocok dikembangkan di lahan Lanal Timika sebagai tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program serupa juga dikembangkan di wilayah Merauke. TNI Angkatan Laut mengembangkan lahan kedelai sekitar 107 hektare dengan kebutuhan bibit mencapai kurang lebih lima ton.

Penanaman kedelai diharapkan memberikan hasil yang baik sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor.

Kacang kedelai memiliki nilai ekonomi cukup tinggi karena menjadi bahan baku berbagai kebutuhan pangan masyarakat, seperti tahu, tempe dan kecap.

Ke depan, penanaman kacang kedelai di lahan ketahanan pangan Lanal Timika diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (ron)