Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyiapkan 45 ton bantuan bahan makanan yang akan dikirim untuk masyarakat di Kampung Arwanop dan Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, yang terdampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino di wilayah itu.
Kepala Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Dev Richard Tatiratu di Timika, Sabtu, mengatakan bahwa Bupati Mimika Johannes Rettob telah menginstruksikan kepadanya untuk segera mengirim bantuan tersebut secepatnya kepada masyarakat di wilayah itu.
"Jika tidak ada halangan Senin (7/9) atau Selasa (8/9) kami akan melakukan pengiriman tahap pertama ke Arwanop dan setelah itu kami akan laksanakan lagi untuk Kampung Tsinga," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk mengangkut bantuan bahan makanan ke wilayah itu mengingat jumlah bantuan yang akan diangkut tersebut dalam jumlah yang sangat banyak.
"Kami berkoordinasi dengan maskapai kalau sekali angkut bisa langsung dua kampung itu maka kami coba sekali angkut untuk dua kampung itu. Bantuan itu terdiri dari beras dan minyak goreng . Kemarin sebenarnya 22 ton tetapi ada penambahan lagi bahan makanan dan minyak goreng sekitar 200 karton sehingga jumlahnya jadi bertambah 54 ton,"ujarnya.
Ia mengatakan kondisi geografis dua wilayah tersebut yang hanya bisa diakses melalui transportasi udara menggunakan pesawat berbadan kecil dan juga helikopter serta jarak antar kampung dengan lapangan terbang yang jauh menjadi tantangan dalam melakukan penyaluran.
"Masyarakat bersabar, karena kalau kami pakai pesawat itu langsung kami turunkan di kampung-kampung terdekat, tetapi Bapak Bupati sampaikan dia tidak mau masyarakatnya susah. Karena ada kampung yang akses ke lapangan terbang itu sangat jauh, melewati bukit-bukit dan itu ditempuh dengan jalan kaki selama satu hari. Karena itu pengangkutan harus menggunakan helikopter," ujarnya.
Ia juga terus membangun koordinasi dengan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Kampung Arwanop dan Tsinga agar seluruh proses pengiriman bantuan tersebut dapat dilaksanakan secara optimal ke masyarakat.
Ia menambahkan bahwa situasi di wilayah Arwanop dan Tsinga saat ini mengalami kemarau panjang yang menyebabkan persediaan air dan bahan makanan milik warga menipis.
"Kami berharap dengan pengiriman bantuan bahan makanan ini bisa membantu masyarakat yang ada di Arwanop dan Tsinga," ujarnya.(ant)









