Lewati ke konten utama

7 Penumpang Termasuk Bayi Enam Bulan Hilang di Muara Betcbamu Asmat Pasca Tragedi Perahu Ketinting Tenggelam, Satu Orang Ditemukan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.20 WIT2 menit baca213 dibaca
Tim SAR saat melakukan pencarian.
Tim SAR saat melakukan pencarian.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Satu unit perahu ketinting yang mengangkut delapan orang tenggelam setelah dihantam ombak di perairan Muara Betcbamu, Kabupaten Asmat, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIT.

Dalam insiden tersebut, satu penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Peristiwa itu bermula saat perahu ketinting dengan POB (Person on Board) delapan orang bertolak dari Kali Wen pada Sabtu (5/9) sore. Perahu tersebut direncanakan tiba di Distrik Kamur pada Minggu pagi.

Namun, ketika memasuki kawasan Muara Betcbamu, perahu dihantam ombak hingga terbalik dan kemudian tenggelam.

Satu penumpang bernama Ebestina Kuwaito (34), perempuan, berhasil menyelamatkan diri. Ia kemudian ditemukan nelayan setempat dan dibawa ke Puskesmas Yow untuk mendapatkan penanganan.

Sementara tujuh penumpang yang masih dalam pencarian masing-masing Anton Yod (35), Lina Kamur, Sabas Kamus, Beni Kuwaito, Bela Yod (4), Gilang Yod (6 bulan), dan Tekla Yod (2).

Menerima laporan kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat Wagianto, langsung mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, personel TNI AL, serta Polairud Asmat. Tim menggunakan RIB 85 PK Basarnas untuk menuju lokasi tenggelamnya perahu dan melaksanakan operasi pencarian.

Hingga Minggu pagi, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan bersama keluarga korban dan masyarakat setempat terus menyisir lokasi kejadian untuk mencari tujuh penumpang yang belum ditemukan.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat serta memperluas penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

(ron)